Forkom Perpustakaan dan Kearsipan se-DIY Bahas Peran Strategis Media Sosial dalam Membangun Citra Institusi

Sleman, 10 Februari 2026 — Forum Komunikasi (Forkom) Perpustakaan dan Kearsipan se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali diselenggarakan pada Selasa (10/2/2026) dengan mengangkat tema “Media Sosial dan Citra Institusi”. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten/kota se-DIY dan bertempat di Gazebo Resto By Tasnem Hotel.

Hadir sebagai narasumber, Safirotul Khoir, Ph.D., dosen Jurusan Manajemen Informasi dan Perpustakaan sekaligus staf urusan internasional di Perpustakaan Utama Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam pemaparannya, Safirotul menegaskan bahwa telah terjadi pergeseran paradigma media sosial, dari yang sebelumnya hanya dianggap sebagai pelengkap, kini menjadi elemen sentral dalam ekosistem institusi.

“Media sosial saat ini bukan lagi sekadar sarana publikasi, tetapi telah menjadi wajah dan identitas institusi di ruang publik digital,” tegasnya.

Safirotul juga menekankan pentingnya peran strategis tim media sosial dalam keberhasilan pengelolaan kanal digital institusi. Menurutnya, pengelolaan media sosial idealnya tidak dilakukan secara sambilan, tetapi oleh tim khusus yang fokus dan profesional agar pengelolaannya berjalan optimal, terarah, dan berkelanjutan.

Dalam aspek teknis pengelolaan konten, ia menyampaikan beberapa poin penting, antara lain:

  • Pentingnya penggunaan tagging dalam manajemen konten untuk memudahkan penelusuran dan pengelompokan informasi, namun harus dilakukan secara tepat dan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan konteks.
  • Perlunya filtering followers, mengingat media sosial institusi merupakan representasi lembaga publik.
  • Penataan visual konten yang konsisten, termasuk penggunaan unsur warna dan desain agar tampilan akun media sosial lebih menarik dan memiliki identitas visual yang kuat.
  • Respons admin menjadi indikator utama kualitas pengelolaan media sosial, karena menunjukkan profesionalisme dan kedekatan institusi dengan masyarakat.
  • Konsistensi lebih penting daripada kuantitas, sehingga posting tidak harus setiap hari, tetapi harus terencana, berkualitas, dan berkelanjutan.
  • Jenis konten yang perlu dikembangkan meliputi konten resmi institusi, konten viral yang positif, serta konten yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
  • Institusi publik juga diingatkan untuk tidak membeli followers abal-abal, karena tidak mencerminkan pertumbuhan audiens yang sehat dan justru merusak kredibilitas institusi.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan rapat pembentukan kepengurusan baru Forkom Perpustakaan dan Kearsipan se-DIY. Berdasarkan hasil musyawarah bersama, disepakati bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul ditetapkan sebagai pengurus Forkom periode berikutnya.

Forkom Perpustakaan dan Kearsipan se-DIY dibentuk sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan sharing informasi antarinstansi perpustakaan dan kearsipan di wilayah DIY, khususnya dalam pengembangan layanan, inovasi program, serta penguatan peran strategis perpustakaan dan kearsipan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antarinstansi serta peningkatan kapasitas pengelolaan media sosial sebagai instrumen penting dalam membangun citra positif lembaga publik di era digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*