Dalam rangka Pembudayaan Gemar Membaca dan Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan Workshop dari Baca Menjadi Karya yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 27 Oktober 2022 di Balai Warga Cageran Tamanmartani.
Kepala Bidang Perpustakan Fauzan Darmadi, ST menyampaikan workshop ini dilaksanakan dengan tema Pengembangan pertanian organik untuk meningkatkan produktifitas tanaman guna mendukung Program Lumbung Mataraman Kalurahan Tamanmartani. Dalam kegiatan ini mengundang narasumber Panewu Kalasan, Lurah Tamanmartani dan Bapak Gandi Ali Mardana, ST selaku praktisi pertanian dan diikuti 40 peserta petani yang bermukim di Kalurahan Tamanmartani.
Workshop dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman sekaligus sebagai keynote speak. Dalam kesempatan ini Dra. Sri Wantini, M.Pd menyampaikan maksud dan tujuan workshop dari baca menjadi karya diantaranya yaitu untuk memacu masyarakat mengembangkan diri secara mandiri dengan banyak membaca hal-hal yang dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari –hari yang akhirnya dapat berimbas kepada kesejahteraan terutama pertanian organik untuk mendukung Program Lumbung Mataraman Kalurahan Tamanmartani menuju smart village. Dalam kegiatan workhsop ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman membagikan buku dengan judul Pengendalian Hama Penyakit Berbasis Organik sebagai bahan referensi yang dapat diimplementasikan dalam menangani hama pertanian yang dialami masyarakat petani di Tamanmartani.
Muhammad Nurudin, ST selalu Ulu-Ulu Kalurahan Tamanmartani mewakili Lurah Tamanmartani mengatakan sangat mendukung kegiatan workshop dari baca menjadi karya seperti yang dilakukan di Balai Warga Cageran Tamanmartani ini karena dengan kegiatan ini masyarakat jadi mengetahui pentingnya membaca buku untuk menambah informasi khususnya bagian pertanian sehingga tidak salah langkah dalam menangani permasalahan  pertanian. Lumbung Mataraman di Kalurahan Tamanmartani diawali dari pertanian dan ke depan bisa mengembangkan peternakan juga.




Budi Santosa, ST Kepala Jawatan Kapanewon Kalasan mewakili Panewu Kalasan menyampaikan ketertarikan dengan workshop dari baca menjadi karya ini sebagai pengetahuan yang dapat langsung dipraktekkan dalam kehidupan sehari hari diantaranya pengendalian OPT menggunakan pestisida nabati yang dapat dibaca dan dipelajari di buku yang berjudul Pengendalian Hama Penyakit Berbasis Organik serta mengajak agar tidak bosan-bosan menambah wawasan untuk membaca buku dan mempraktekkan bagi kemanfaatan bersama.
Gandi Mardana Ali, ST selaku praktisi pertanian menerangkan bahayanya mengkonsumsi makanan yang berpestisida untuk kesehatan tubuh manusia sehingga diharapkan petani di Tamanmartani mulai menanam tanaman organik dengan panduan ada di buku berjudul Pengendalian Hama Penyakit Berbasis Organik yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Ada 4 point utama dalam bertani yaitu air, matahari, tanah dan kecukupan mokroorganisme. Dalam bertani tidak dapat langsung memanen hasilnya secara instan tetapi butuh proses atau usaha yang panjang yaitu Bertahap, Meningkat, Produktifitas sehingga pada akhirnya menghasilkan produk yang berkualitas dengan kuantitas yang melimpah serta menambahkan pada intinya dalam bertani kita harus memprioritaskan untuk kesehatan dan keseimbangan alam.
Leave a Reply