Pengarah : Untung Basuki Rahmat, S.Ag.
Penanggung jawab : Dra. Shavitri Nurmala Dewi, M.A.
Tim Penyusun :
1. dr. Muhammad Herdana Ash Shidiqi, S.E, AIFO-K.
2. Ns. Novema Ashar Nurahman, S.Tr.Kep., M.Tr.Kep.
3. Ns. Vania Pangestika, S.Kep., M.Kep.
Redaktur :
1. Christiana Rini Puspitasari, S.P, M.Si.
2. Sherly Patricia, S.I.Kom.
Penyunting : Muhammad Herdyan Anisy Kurly, S.E.
Tata Letak & Desain Sampul : Arfan Mawadi, S.Sn.
Fotografer : Adnan Nur Rifai, S.I.Kom.
Sekretariat :
1. Ginoviva Rully Sri Sulistyaningtyas, S.H.
2. Dwi Yeni Nurlitayanti, A.Md.S.I.
Cetakan 1, 2025
Pertama kali diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman
Beran Kidul, Triadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55511
www.perpusarsip.sleman.go.id
E-mail: [email protected]
Perpustakaan Nasional; Katalog Dalam Terbitan (KDT)
ISBN:
viii + 200 hlmn; 14 x 20
Sinopsis : Manajeman SDM Berbasis Wellness dan Kesehatan Mental
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) telah mengalami transformasi fundamental seiring perkembangan zaman dan kompleksitas dunia kerja, dari pendekatan tradisional yang bersifat mekanistik dan birokratis menjadi pendekatan holistik yang menempatkan manusia sebagai pusat strategi organisasi. Pada era awal industrialisasi, praktik manajemen SDM lebih dikenal sebagai “personnel management” yang fokus utamanya terbatas pada fungsi-fungsi administratif seperti penggajian, pencatatan absensi, pengelolaan kontrak kerja, hingga pemenuhan kewajiban hukum ketenagakerjaan.
Memasuki abad ke-21, terjadi pergeseran yang lebih mendalam menuju pendekatan holistik. Pendekatan ini memandang manusia secara menyeluruh: tidak hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai individu dengan kebutuhan psikologis, emosional, sosial, dan spiritual. Dalam konteks ini, organisasi mulai menekankan pentingnya keseimbangan hidup kerja (work-life balance), kesehatan mental, budaya kerja inklusif, serta pemberdayaan dan makna kerja. Pendekatan holistik juga mendorong pemanfaatan teknologi dan data analitik untuk memahami pola kerja, motivasi, dan preferensi pegawai secara individual dan kolektif.
Leave a Reply