Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menggelar pertemuan Forum Komunikasi Pustakawan Kabupaten Sleman pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Unit 1 Kabupaten Sleman dan diikuti oleh pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pendidikan dan Rumah Sakit Umum Daerah Sleman . Forum ini digelar sebagai wadah strategis untuk mempererat silaturahmi, bertukar pikiran, serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pustakawan dalam menghadapi tantangan era digital dan pemenuhan kebutuhan literasi masyarakat.
Acara diawali dengan laporan penyelenggaraan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Sistem dan Pelayanan Ibu Endah Kuswandari, SE dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa Forum Komunikasi Pustakawan ini dirancang untuk membekali para peserta dengan keterampilan modern sekaligus tradisional demi menciptakan pelayanan perpustakaan yang adaptif dan inklusif. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Bapak Anton Sujarwa, S.H, M.Si,. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kompetensi para pustakawan dalam melayani masyarakat, terutama di tengah tantangan besar era digital. Peran pustakawan dituntut untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan informasi. Salah satunya adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam layanan informasi guna mengoptimalkan kecepatan respon dan ketersediaan akses bagi pemustaka.
Materi pertama dalam pertemuan Forum Komunikasi Pustakawan yaitu Peran AI untuk Meningkatkan Kompetensi Pustakawan dalam Melayani Masyarakat oleh Bapak Dwi Adi Laksono, S.Kom. Materi ini mengupas tuntas bagaimana teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan oleh pustakawan. Peserta diajak untuk memahami penggunaan AI guna mempercepat pengolahan data, mengoptimalkan sistem pencarian informasi, hingga menciptakan pelayanan publik yang lebih responsif dan efisien. Untuk materi kedua Teknik Mendongeng untuk Pustakawan yang disampaikan oleh Ibu Sri Meidiana (Bunda Cahaya), pada materi ini membawa suasana menjadi lebih interaktif dan ceria. Pustakawan dibekali dengan teknik-teknik mendongeng (storytelling) yang memikat. Keterampilan ini dinilai sangat penting, khususnya dalam menarik minat baca anak-anak dan menghidupkan suasana perpustakaan agar menjadi tempat yang menyenangkan bagi masyarakat.
Melalui pelaksanaan Forum Komunikasi Pustakawan ini, diharapkan para pustakawan di Kabupaten Sleman dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat di tempat tugas masing-masing. Kombinasi antara penguasaan teknologi mutakhir AI dan kemampuan komunikasi humanis (mendongeng) diharapkan mampu meningkatkan pelayanan perpustakaan di Kabupaten Sleman.


Leave a Reply