PERGERAKAN PROFESI PUSTAKAWANKU DI MASA PANDEMI TAK SURUT

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

Profesi sebagai pustakawan bukan merupakan cita-cita dalam hidup ini.
Pustakawan menjadi pilihan terbaik setelah masuk dalam dunia kependidikanku.
Profesi yang tidak menarik ketika dilihat hanya dari luar saja. Menempuh pendidikan
kepustakawan hari demi hari menjadi daya tarik dan tantangan tersendiri buatku.
Point dari seorang pustakawan tidak hanya sekedar menata buku agar tampak rapi,
namun dari penataan tersebut terkandung ilmu dimana untuk bisa mendapatkan
suatu informasi membutuhkan penempatan yang tepat. Pergulatan dengan bahan
pustaka akan memberikan ilmu bermanfaat yang menjalar ke berbagai bidang ilmu
pengetahuan.
Berawal dari mengetahui tentang teori-teori kepustakawanan, menganalisa,
pengklasifikasian, manajemen, dan teknologi harus dipelajari dalam ilmu
kepustakawanan. Semakin lama profesi pustakawan menjadi minat dalam
kehidupan. Asyiknya ketika membuat klasifikasi suatu bahan pustaka, mengentri
bahan pustaka, dan menariknya kegiatan pokok lain seperti pelayanan kepada
pemustaka, promosi dan pembinaan perpustakaan akan menjadikan sebuah habbit
dan hobby bagi saya.
Status kepustakawananku berawal dari daerah yang berbeda yaitu
Kabupaten Bantul. Sebelumnya pernah mengalami perpindahan di beberapa SKPD
yaitu bagian organisasi, kantor perpustakaan hingga Dinas Pendidikan. Dimanapun
tempat kerja yang kami tempati pekerjaan sebagai pustakawan tetap dapat
dilaksanakan sesuai dengan acuan juknis kepustakawanan yang berlaku. Kreasi dan
kreativitas pekerjaan pustakawan di berbagai kantor tetap bisa diterapkan. Sering
ketika jabatan pustakawan melekat, namun pekerjaan lainpun tetap harus tertangani
mengingat minimnya Sumber Daya Manusia yang ada pada SKPD yang saya ikuti
ini. Ketika berada pada formasi jabatan fungsional pustakawan di bagian organisasi
Setda Kabupaten Bantul, saya juga harus bisa menangani berbagai pekerjaan induk
seperti melakukan analisa jabatan, analisis beban kerja dan juga membantu
membuat draft pembuatan Peraturan Bupati tentang jabatan fungsional tertentu.
Pekerjaan ini saya lakukan selama 9 bulan yaitu awal tahun 2010 hingga akhir 2010.
Saya mendapatkan SK mutasi pada akhir tahun untuk pindah ke Kantor
Perpustakaan. Pekerjaan sebagai seorang pustakawan di Dinas ini memang pokok,
namun saya masih harus mendapat tugas sampiran lain yaitu sebagai pembuat
neraca pada tahun 2014-2015.
Perjalanan karier berikutnya saya harus menerima SK mutasi ke Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul. Pada Dinas ini saya memiliki banyak
pekerjaan dikarenakan hanya satu fungsional pustakawan yang ada disana. Awal di
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga saya harus membuat program kerja
tersendiri, dan mengajukan penganggaran untuk dapat menyelenggarakan
ketugasan saya. Perpustakaan khusus Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

yang sudah ada dengan fasilitas yang cukup memadahi, namun perlu mendapat
pengembangan ke depannya. Untuk itu dengan kefungsionalan saya disana
diharapkan dapat menyelenggarakan perpustakaan khusus dengan sebaik-baiknya.
Kegiatan pembinaan perpustakaan sesuai dengan ketugasan pada jenjang jabatan
saya, juga berharap bisa dilaksanakan. Pembinaan perpustakaan dilakukan dengan
melakukan koordinasi dengan para pengawas sekolah. Kami melakukan kerja
secara bersama sehingga terjadi sinergitas pengawasan dan pembinaan pada
sekolah secara keseluruhan dan pada perpustakaan secara khusus. Pekerjaan yang
kami lakukan sudah diatur dari surat tugas yang diberikan oleh Kepala Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Pekerjaan ini saya lakukan awal tahun 2018
hingga awal pertengahan tahun 2019.
Pada bulan Juli tahun 2019 permohonan mutasi yang saya usulankan sejak tahun
2014 akhirnya disetujui. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
mengabulkan permohonan saya agar jarak tempuh saya dalam bekerja dari rumah
ke kantor bisa lebih dekat. Karena dengan jarak yang semakin dekat harapan saya
bisa bekerja dengan lebih maksimal.
Profesi pustakawan berlanjut di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kabupaten Sleman. Secara umum pekerjaan pustakawan sudah menjadi rutinitas
untuk saya dimanapun berada. Namun terdapat perbedaan pada ritme kerja dan
personality. Bekerja di Dinas Perpustakaan Kabupaten Sleman dirasa menggunakan
ritme yang lebih cepat dan padat. Untuk itu saya harus segera dapat menyesuaikan
diri dengan kondisi. Selama satu tahun berjalan akhirnya saya berhasil
menyesuaikan diri dengan lingkungan. Pekerjaan semakin bisa diselesaikan dengan
cepat dan kreativitas semakin tumbuh. Namun pada awal tahun 2020 terdapat
bencana besar yaitu munculnya penyakit covid 19 yang disebabkan oleh virus
corona berasal dari kota Wuhan Cina masuk ke Indonesia dan berkembang semakin
cepat. Masyarakat Indonesia terkena dampak dan beberapa dari kami sempat
terkena virus corona ini. Dampak dari bencana ini menimpa di berbagai aspek,
terutama perekonomian dan pendidikan. Hampir seluruh aspek mengalami
pemberhentian. Belum ada solusi yang bisa dilakukan. Seluruh kegiatan
kemasyarakatan dan perkantoran yang menimbulkan kontak dengan orang lain
diberhentikan sementara sampai dengan waktu yang belum ditentukan.
Penganggaran dinas banyak yang dipangkas, dan kegiatan tahunan yang biasa
diselenggarakan tiap tahun hampir semua tidak dapat diselenggarakan.
Namun dengan kondisi pandemi yang berkepanjangan ini, kami sebagai manusia
yang memiliki akal dan pikiran tetap berupaya agar kami dapat bangkit dan
melanjutkan perkembangan. Sedikit demi sedikit kami bisa terus melakukan
pekerjaan dengan sistem yang tidak seperti biasanya. Pengetatan untuk tidak kontak
dengan sesama terus disosialisasikan. Protokol kesehatan di masa pandemi tetap
dilaksanakan semaksimal mungkin agar corona tidak menyerang kami lagi.
Pekerjaan rutin pustakawan dimulai dari pengadaan bahan pustaka hingga
pelayanan tetap dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pustakawan.

Pustakawan tetap melakukan seleksi bahan pustaka pengadaan pada tahun 2020
dan 2021 meskipun ada pemangkasan anggaran pengadaan bahan pustaka yang
cukup signifikan. Pengolahan bahan pustaka setelah selesai pengadaan tetap
dilaksanakan oleh pustakawan. Hingga pada pelayanan kepada pemustaka baik
menetap, keliling maupun silang layan. Pelayanan informasi dan koleksi dilakukan
dengan mengikuti protokol kesehatan yang sudah dibuat dalam SOP pelayanan.
Kegiatan pembinaan perpustakaan juga tetap dilaksanakan meskipun sedikit
berkurang untuk jumlah kedatangannya. Pembinaan di berbagai lokasi guna
menghadapi akreditasi perpustakaan dan lomba perpustakaan.
Situasi dan kondisi pandemi menjadi ujian bagi setiap kehidupan manusia.
Profesi pustakawan diuji untuk tetap dapat bekerja maju dan berkembang.
Pustakawan dituntut untuk dapat membuat inovasi dan kreativitas guna pelayanan
informasi kepada masyarakat di masa pandemi. Kami bersama-sama membuat
program Literasi di Rumah dengan maksud program ini memberikan tayangan virtual
yang bermanfaat untuk masyarakat ketika berada di rumah. Pada program LDR ini
pustakawan menyajikan berbagai hal informatif seperti informasi koleksi
perpustakaan, bedah koleksi best seller, talkshow dengan berbagai tema yang
diusung, tour ke perpustakaan-perpustakaan atau TMB di Sleman, dan masih
banyak lagi tayangan yang menarik untuk disaksikan. Program LDR ini kami
tampilkan di Instagram maupun Youtube baik secara live maupun recording.
Pandemi belum berakhir namun masih ada ujian yang diberikan Allah kepada
warga Sleman. Erupsi merapi membuat keadaan menjadi tidak tenang terutama bagi
penduduk di kaki merapi. Banyak masyarakat di kaki gunung Merapi harus
mengungsi dan tinggal di barak pengungsian. Kami pustakawan juga dituntut aktif
untuk dapat berpartisipasi dalam membantu korban erupsi merapi. Kami diminta
untuk memberikan hiburan dan edukasi kepada anak-anak dan warga yang
mengungsi di barak pengungsian. Kami berkunjung ke barak pengungsian yang ada
di kaki merapi. Kami memberikan sedikit selingan sebagai upaya untuk menghibur
anak-anak di sana. Story telling kami sampaikan dalam kunjungan ke barak
pengungsian. Anak-anak cukup terhibur meskipun ada beberapa anak yang memiliki
karakter tidak bisa menyimak dengan baik, namun mereka tetap merasa senang jika
kami amati. Edukasi di kaki merapi ini juga menjadi program Literasi di Rumah Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman.
Seorang pustakawan juga harus siap untuk menjadi narasumber dimanapun.
Pengalaman ketika sudah menginjakkan kaki di perpustakaan Sleman, saya diminta
untuk menjadi narasumber acara sosialisasi perpustakaan di Dinas Kebudayaan,
BPBD, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Perpustakaan Desa dan beberapa
Perpustakaan Sekolah. Sosialisasi ini biasanya dalam rangka pendirian
perpustakaan khusus pada OPD, persiapan akreditasi dan lomba perpustakaan.
Pada kesempatan ini diupayakan seluruh pengetahuan tentang perpustakaan kami
sampaikan semaksimal mungkin dan dapat menjawab setiap persoalan yang
sedang mereka hadapi.

Pasang surut pandemi ini menjadi ancaman yang cukup berbahaya bagi
setiap manusia. Surut bukan berarti hampir selesai, namun justru menjadi
kewaspadaan manusia untuk tetap berhati-hati. Pengalaman pada masa pandemi
dengan kondisi covid 19 mengalami penurunan. Akan tetapi setelahnya menjadi
ledakan yang cukup mengerikan. Setiap daerah hampir masuk pada zona merah.
Pustakawan berusaha untuk semakin berhati-hati. Kami membagi ketugasan dalam
2 kelompok agar mengurangi kebersamaan. Kegiatan kami semakin padat.
Akreditasi perpustakaan semakin dekat dan ada perpustakaan desa yang masuk
dalam lomba Nasional. Pembinaan perpustakaan semakin digiatkan meskipun tidak
harus berkunjung langsung ke perpustakaan yang akan mengikuti program tersebut.
Kami maksimalkan dengan konsultasi lewat whatsapp dan telepon. Jika pihak
perpustakaan membutuhkan kehadiran kami ke lokasi, mau tidak mau kami harus
hadir di sana. Kami memberikan sosialisasi singkat untuk dapat mengurai
permasalah yang mereka hadapi. Memberikan solusi jika terdapat kekurangan
dalam pemenuhan kebutuhan akreditasi. Kedatangan kami juga tetap mengikuti
prokes demi menjaga kesehatan dan keamanan masing-masing.
Waktu terus berjalan, ilmu pengetahuan semakin berkembang, tuntutan
profesi kami sebagai pustakawan juga meningkat. Kami berupaya untuk dapat terus
berkembang dan maju dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,
memberikan informasi kepada pemustaka semaksimal mungkin. Demi terlaksana
visi, misi dan tujuan Dinas Perpustakaan dan Kabupaten Sleman. Semoga pandemi
segera berakhir dan semangat kami sebagai pustakawan tidak pernah surut.

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*