Seminar Kepustakawanan, Pustakawan Berkarya di Era Revolusi 4.0

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami
Pustakawan menghadapi era revolusi industry 4.0, apakah akan menjadi bagian profesi yang tergerus kehadiran teknologi. Atau menjadi bagian yang harus ada dan berkarya dalam perkembangan sistem teknologi informasi yang secara nyata dan langsung diaplikasikan masyarakat. Dimana teknologi memang keberadaannya akan memudahkan semua aktivitas manusia, tak terkecuali aktivitas pencarian informasi. Guna menyiapkan dan meningkatkan kompetensi pustakawan se-Kabupaten Sleman, pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sleman pada Rabu, 16 oktober 2019 mengadakan seminar kepustakawanan. Bertempat di Aula Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta, Beran Tridadi Sleman, Seminar Kepustakawanan kali ini mengusung tema Pustakawan Berkarya Berbagi Pengetahuan Untuk Kesejahteraan, dengan empat narasumber yaitu: Dr. Anis Masruri, S. Ag., SIP., M.SI., Lilik Mardiningsih, M.Pd., Ir. A.A. Ayu Laksmidewi T.P., M.M. dan Sukeri, S.Pd., M.Mis. Peserta seminar sebanyak 150 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota Ikatan Pustakawan Indonesia, pustakawan sekolah dari tingkat SD/SMP/SMA/MAN, pustakawan perguruan tinggi. Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sleman, Arif Haryono, S.H., mengatakan para pustakawan harus terus mengikuti perkembangan zaman, memperbaharui pengetahuan dan kompetensinya. “Pustakawan harus selalu berinovasi dan kreatif. Sehingga dari hasil membaca buku dapat menyejahterakan masyarakat”. Sedangkan Ayu Laksmi sebagai pemerhati perpustakaan mengatakan bahwa pustakawan harus bisa menjadi sumber informasi, “minat baca bukan menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah saja tetapi itu menjadi tanggung jawab kita semua. Untuk itu kita perlu menggerakkan unit-unit di masyarakat agar membaca dan literasi menjadi kebutuhan” tegas Ayu. Menurutnya, kekuatan pustakawan di masyarakat itu sangatlah besar, jika mau bersinergi dengan pihak lain. Sehingga dapat membantu mengentaskan kemiskinan masyarakat dengan mengimplementasikan hasil baca menjadi karya. Dari hasil karya itulah dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Sedang menurut Dr. Anis Masruri, S. Ag., SIP., M.SI, membawakan tema tantangan pustakawan menghadapi Era Revolusi 4.0 dan menyatakab bahwa “perubahan itu semestinya harus dihadapi menjadi sebuah keniscayaan yang pasti terjadi. Dari sisi sikap dan pengetahuan”.
Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*