Meningkatkan Minat Baca Melalui Bercerita

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami
Minat baca di Indonesia terdapat pada urutan ke 61 dari 69 negara yang disurvei Programme for International Students Assessment (PISA) pada tahun 2016 (Ibrahim, 2017).  Rendahnya minat baca siswa dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal dalam diri maupun faktor eksternal  seperti lingkungan keluarga, sekolah, atau masyarakat. Pada usia sekolah, siswa lebih mudah menerima pesan dari sebuah cerita. Agar pesan cerita dapat tersampaikan dengan baik salah satu cara yang bisa dilakukan adalah bercerita atau mendongeng. Melalui bercerita atau mendongeng, siswa lebih mudah menangkap pesan yang disampaikan. Selain itu dengan bercerita atau mendongeng juga dapat menumbuhkan kreativitas dan  imajinasi siswa dimana imajinasi lebih kuat efeknya daripada pengalaman (Sumirat, 2013:6.41). Menurut salah satu penelitian menyebutkan bahwa  cerita  memiliki pengaruh terhadap minat baca siswa Sekolah Dasar sebesar 61,7%  (Farhanah, 2014). Melihat pentingnya mendongeng dalam meningkatkan minat baca siswa, Dinas Pepustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Lomba Minat Baca bagi Siswa SD/MI se Kabupaten Sleman. Dalam rangka persiapan menghadapi lomba minat baca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Workshop Mendongeng bagi Guru SD/MI. Workshop ini menghadirkan 3 narasumber, yaitu:  Sukeri S.Pd., M.Mis (Pustakawan Ahli Madya  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman), KRT. Akhir Lusono, S.Sn., M.M. (Dosen P4TK), Bambang Bimo S., MDI  (Pendongeng). Workshop dilaksanakan di Rumah Makan Pring Sewu pada hari Selasa, 7 Agustus 2018. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Ir. A.A Ayu Laksmidewi Triastika Putri, MM. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa mendongeng menjadi pintu bagi masuknya kegiatan literasi anak, melalui dongeng kita dapat menyisipkan pesan yang mendidik bagi anak. Untuk itu mendongeng menjadi hal penting yang harus dilakukan oleh pendidik dan orang tua. Workshop dibagi kedalam tiga sesi, sesi pertama disampaikan oleh Sukeri S.Pd M,Mis dengan materi Teknik Penulisan Cerita. Dalam penulisan cerita dongeng, penulis hendaknya memperhatikan kriteria dongeng, mengingat dongeng memiliki beberapa jenis. Kendala yang paling sering ditemui dalam penulisan adalah menemukan ide cerita dan mengembangkannya. Untuk itu menurut penjelasan Sukeri,  tips atau cara untuk mendapatkan ide atau inspirasi saat penulisan, penulis bisa melihat lingkungan, membaca buku, bahkan menonton film. Selanjutnya materi disampaikan oleh KRT. Akhir Lusono, S.Sn., MM. beliau merupakan dosen teater di P4TK dan penyiar berita bahasa jawa Jogja TV. Pada sesi ini beliau menyampaikan materi tentang Alur Cerita. Alur cerita merupakan unsur penting yang membangun sebuah cerita. Dengan adanya alur cerita, sebuah cerita akan mudah dipahami oleh pembacanya. Unsur alur cerita diawali dari pengenalan, muncul maslah, konflik, klimaks dan penyelesaian. Dalam kesempatan tersebut beliau juga memberikan tips  agar anak dapat mengembangkan cerita dengan baik sekaligus melatih mental anak-anak ketika bercerita dengan mengembangkan ide-ide yang dimiliki anak-anak contohnya diajak ke tempat yang bebas seperti pantai, hutan, gunung, bahkan mall. Dan sesi terakhir di sampaikan oleh Bambang Bimo S, MDI  atau biasa kita kenal Kak Bimo. Sesi ini banyak dijelaskan mengenai teknik mendongeng yang baik. Bagaimana menjadi pendongeng yang bisa menyampaikan pesan dengan baik. Para peserta worrkshop juga diajak praktek mendongeng, menirukan suara-suara, menggerakan anggota badan yang dapat membantu menyampaikan pesan cerita dengan baik. Menurut kak Bimo, dongeng merupakan teknik menyampaikan cerita dengan tutur kata dan kata-kata kita yang menuntun munculnya imajinasi. Kak Bimo menyampaikan tips bercerita yang baik antara lain dialog jangan terlalu cepat, dan jangan terlalu pelan yang sedang saja agar dapat dipahami penonton. Kata-kata yang disampaikan tidak ambigu atau mengandung makna ganda. Emosi yang ditampilkan jangan berlebihan agar pendengar tidak merasa bosan atau bahkan kaget. Blocking ketika mendongeng cukup 4 langkah dan jangan pernah membelakangi dewan juri karena hal itu merupakan hal yang paling fatal. Para guru juga diajak  praktek bercerita, lalu kak Bimo menilai dan memberikan contoh bagaimana mendongeng yang baik dari intonasi, gerakan anggota badan seperti tangan, kaki, dan mata yang dapat mempengaruhi dalam bercerita. Dengan adanya workhsop ini diharapkan para peserta Lomba Minat Baca  memiliki pengetahuan mengenai bagaimana mendongeng yang baik, sehingga lomba yang akan dilaksanakan nanti dapat memberikan motivasi bagi guru dan manfaat bagi siswa. Lomba Minat Baca akan dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus-1 September 2018 (pendaftaran), 6 September 2018 (tahap penyisihan), 13 September 2018 (Presentasi tahap 10 besar dan pengumuman). Tempat Pendaftaran di Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Jl. Turgo No. 3 Beran, Tridadi, Sleman. Membaca merupakan aktifitas kecil yang dapat mengantarkan anak-anak  menjadi orang besar. Salam Literasi Ayo Membaca!
  Materi workshop mendongeng : ALUR CERITA Teknik Penulisan – Sukeri
Sumber : Ibrahim, Gufran A. 2017. “PISA dan Daya Baca Bangsa”. Dalam Harian Kompas,  29 April 2017, hlm. 7. Sumirat, Opong. 2013. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. Farhanah, Nazzatul. 2014. “Pengaruh Cerita Terhadap Minat Baca”. Dalam Skripsi.  Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*