Roadshow Minat Baca di Desa Purwomartani Kalasan

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

Roadshow Minat Baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman di desa Purwomartani Kalasan diselenggarakan pada Senin, 19 Maret 2018 dengan narasumber:
1. Labibah Zain, M.LIS (Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
2. Ir. A.A. Ayu Laksmidewi Triastika Putri, MM. (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman)
3. Ngadiman (Kesmas Kecamatan Kalasan)
4. Semiono (Kepala Desa Purwomartani)
Dengan moderator Arif Hidayat, SIP (Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman).

Dari diskusi ini dapat diketahui bahwa perpustakaaan desa memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat agar menjadi masyarakat yang mempunyai semangat dalam  “ber-literasi”. Saat ini literasi Informasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Seperti diungkapkan oleh Labibah, M.LIS Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang juga merupakan dosen prodi Ilmu Perpustakaan, beliau menyampaikan materi mengenai literasi digital dengan judul “Gaul Zaman Now secara Elegan”. Dalam kesempatan ini beliau mengingatkan kepada masyarakat untuk dapat menggunakan media sosial secara bijak/elegan, karena dampak cerdas dan bijak dalam menerima serta mengelola informasi. Labibah yang merupakan President of Special Library Association (SLA) / asosiasi perpustakaan se-Asia menegaskan bahwa keberadaan perpustakaan desa harus dapat memberikan solusi bagi permasalahan kehidupan. Seperti masih banyaknya pengangguran maka sediakan buku-buku  tentang membuat kue misalnya, bagi orang yang tidak bekerja tadi. Dalam mengelola perpustakaan desa tentu akan menemui beberapa permasalahan, untuk itu pada akhir diskusi Labibah juga memberikan beberapa pesan bagi pengelolaan perpustakaan desa. Pertama mengenai minat baca yang masih rendah, karena kebanyakan buku textbook bahasanya sulit dipahami oleh anak-anak, sehingga perlu menyediakan buku yang mudah dibaca anak-anak agar dapat menarik minat baca anak-anak. Kedua, perpustakaan desa perlu melakukan jemput bola atau lebih aktif mendekati masyarakat, misalnya datang ke arisan ataupun kegiatan yang lain. Ketiga, jika menghadapi persoalan pendanaan, maka perpustakaan desa dapat menjalin kerjasama dengan pihak swasta dalam program CSR. Dan yang terakhir perpustakaan desa harus berjalan bersinergi dengan berbagai pihak terkait seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Camat, Kepala Desa, Kepala Dukuh, PKK, bahkan swasta. Pada intinya ketika menghadapai persoalan mengenai pengelolaan, perpustakaan desa harus kreatif dalam menemukan solusinya, jangan hanya mengandalkan bantuan dari instansi terkait.

ditulis oleh : (Nazzatul Farhanah)

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*