Sleman — Dalam rangka memperingati Hari Kearsipan Nasional ke-55 Tahun 2026 dengan tema “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Walking Tour archieve pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah kawasan bekas pabrik gula yang berada di wilayah Beran dan sekitarnya, yang saat ini telah berkembang menjadi lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami jejak sejarah dan perkembangan kawasan dari masa ke masa sebagai bagian dari upaya pelestarian memori kolektif daerah.
Acara dimulai dari halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman sebagai titik awal keberangkatan. Selanjutnya peserta diajak menyusuri sejumlah lokasi bersejarah, di antaranya Lapangan Pemda Sleman, kawasan Gedung BNN Kabupaten beserta deret bangunan di sekitarnya, Kodim 0732-05 Sleman, hingga kawasan Jalan PJKA.
Kegiatan Walking Tour dipandu oleh narasumber, Aga Yurista Pambayun, yang menyampaikan berbagai informasi sejarah terkait keberadaan pabrik gula serta perkembangan kawasan pemerintahan di Sleman. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan interaktif, peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai sejarah lokal yang selama ini mungkin belum banyak diketahui masyarakat.
Kegiatan ini diikuti kurang lebih 30 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa serta masyarakat umum. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan berdiskusi mengenai sejarah kawasan yang dikunjungi.



Setelah menyelesaikan rute perjalanan, peserta kembali ke titik awal di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan ke pameran arsip, kegiatan layanan restorasi arsip dan bazaar buku yang diselenggarakan di depan gedung dinas.
Melalui kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman berharap masyarakat semakin mengenal pentingnya arsip sebagai sumber informasi sejarah sekaligus sarana edukasi untuk membangun kesadaran akan nilai-nilai budaya dan perjalanan daerah menuju masa depan.



Leave a Reply