Judul : SIDOARUM : MAHKOTA BUDAYA DARI TEPIAN BEDOG Harum Dalam Kesahajaan
Penanggung Jawab : Anton Sujarwa, S.H., M.Si.
Pengarah : Dra. Shavitri Nurmala Dewi, S, Wulan Wahyuningsih, S.E., M.M.
Ketua Tim : Ginoviva Rully Sri Sulistyaningtyas, S.H.
Kesekretariatan : Ratih Wulandari, S.I.Pust., Rika Hardiana, SIP., Bagus Eko Nur, Saputra, SIP., Dwi Yeni Nur A., A.Md., Ngadiman.
Penulis : 1. Chaidir Albanjari
2. Warjono
3. Amin Surachmad
4. Nanang Febriyanto
Editor : Sujarwo Putra
Layout : Jihad Rockhadi
Desain Cover : Nanang Febriyanto
Tenaga Ahli : Wahyudi Djaja
Penerbit : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman
Cetakan Pertama, Mei 2026
KALURAHAN SIDOARUM
Sinopsis
Kalurahan Sidoarum yang berada di Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan wilayah yang memiliki kekayaan sejarah, potensi ekonomi, serta tradisi budaya yang terus hidup di tengah masyarakatnya. Perjalanan Kalurahan Sidoarum dari masa ke masa menunjukkan dinamika perkembangan masyarakat yang tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal sebagai fondasi kehidupan sosial.
Jejak sejarah Sidoarum tidak terlepas dari keberadaan sumber air bersejarah seperti Cokro Konteng dan Cokro Bedog yang sejak dahulu menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Kedua sumber air tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber pengairan dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari cerita dan identitas lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam perkembangannya, Kalurahan Sidoarum juga dikenal memiliki berbagai potensi ekonomi yang tumbuh dari kreativitas masyarakat, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu potensi unggulan yang menjadi identitas wilayah adalah Sentra Blangkon Beji, yang telah lama dikenal sebagai pusat produksi blangkon tradisional Jawa. Kerajinan ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain itu, masyarakat Sidoarum juga memiliki usaha lain seperti produksi pasir semen atau loster yang turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian lokal. Keberagaman usaha ini menunjukkan semangat kemandirian masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayah.
Di bidang budaya, Kalurahan Sidoarum juga dikenal memiliki kekayaan tradisi yang masih lestari hingga saat ini, seperti kesenian Badui Candran, Dadung Awuk, Jatilan, serta berbagai tradisi keagamaan seperti hadroh, Sarafal Anam, dan sholawat. Tradisi-tradisi tersebut tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan spiritual masyarakat.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Kalurahan Sidoarum memiliki harapan besar untuk terus berkembang menjadi wilayah yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Melalui penguatan sektor ekonomi lokal, pelestarian budaya, serta sinergi antara masyarakat dan pemerintah, Kalurahan Sidoarum diharapkan mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan. ***
Leave a Reply