Bedah buku dengan judul  “Forgiveness Journey : Perjalanan Memaafkan”

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

Sleman, 21 Oktober 2025 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman terus berupaya menumbuhkan budaya literasi melalui kegiatan bedah buku yang digelar pada Senin, 21 Oktober 2025. Kegiatan ini bertempat di Kolektif Coworking Space & Collaboration, Jl. Watugede, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Ibu Ch. Rini Puspitasari, SP.,M.Si. menyampaikan laporan kegiatan bedah buku ini diikuti oleh 50 peserta, terdiri atas 20 peserta pria dan 30 peserta wanita dari berbagai wilayah di Sleman seperti Ngaglik, Pakem, Cangkringan, dan Depok. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Ibu Dra. Shavitri Nurmala Dewi, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku menjadi salah satu langkah konkret dalam menumbuhkan dan memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya membaca, tetapi juga berdiskusi dan memaknai isi buku sebagai sarana memperkaya wawasan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga terus mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teks dan digital yang dapat diakses melalui aplikasi perpustakaan daerah.

Narasumber pertama, Bapak Yani Fathu Rahman, S.Pd.I, mengangkat tema pentingnya meningkatkan minat baca di Sleman. Beliau menuturkan bahwa kebiasaan membaca perlu ditumbuhkan sejak dini, dan salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan mengajak masyarakat berkunjung ke toko buku. Menurutnya, interaksi langsung dengan buku dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan membangun kedekatan dengan dunia literasi.

Narasumber kedua, Bapak Tjahyadi Takariawan, S.Si. Apt. membedah buku Forgiveness Journey yang sarat dengan pesan moral dan spiritual. Beliau menyampaikan bahwa dendam merupakan akar dari berbagai penderitaan, sementara keikhlasan menjadi kunci untuk menemukan makna hidup. Dalam paparannya, Cahyadi juga menyinggung bahwa pelaku kekerasan maupun perundungan (bullying) sering kali adalah korban dari pengalaman masa lalu, sehingga penting untuk menumbuhkan empati dan pemahaman dalam setiap proses kehidupan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman berharap agar masyarakat semakin terdorong untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kegiatan bedah buku tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan menuju Sleman yang cerdas, berbudaya, dan literat. (Dwi Yeni Nurlitayanti)

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*