Bedah Buku “Guyup Rukun Ayem Tentrem” di Moelih nDesa Denokan Maguwoharjo Depok Sleman

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

Senin, 5 Mei 2025. Perpustakaan sebagai sarana mengembangkan minat dan budaya baca masyarakat. Melalui buku wawasan dan pemikiran setiap orang akan terbuka. Buku memberikan informasi yang berarti jika pemahaman seseorang dapat mendalaminya. Terkadang dalam membaca sulit untuk memaknai arti yang sesungguhnya. Perlu adanya pencerahan dalam memahami suatu sumber informasi. Bedah buku menjadi suatu cara untuk bisa mengetahui secara mendalam isi suatu sumber informasi.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Bedah Buku dengan judul Guyup Rukun Ayem Tentrem di Moelih nDeso Denokan Maguwoharjo Depok Sleman. Acara dibuka secara langsung oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Bapak Abu Bakar, S.Sos., M.Si. sekaligus memberikan sambutan atas penyelenggaraan acara ini.

Bedah buku menghadirkan 2 narasumber Bapak Ali Imron, S.Pd. seorang politisi merupakan Anggota Dewan Musyawarah (Banmus) dan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman dan Bapak Tjahyadi Takariawan, S.Si.Apt. seorang penulis dan Konselor Rumah Tangga.

Dalam acara Bedah Buku ini Bapak Ali Imron, S.Pd. menyampaikan mengenai kehidupan berkeluarga. Membangun keluarga yang kokoh bisa diturunkan kepada anak cucunya. Indonesia memiliki visi dan cita-cita luhur menjadikan Negara yang maju, berdaulat, adil, dan makmur. Harapan ke depan di tahun 2045 visi tersebut dapat terwujud. Membangun Sumber Daya Manusia dengan fondasi keluarga yaitu dengan hadirnya generasi muda.

Penulis buku Ayem Tentrem Bapak Tcahyadi Takariawan melalui bukunya beliau menyampaikan bahwa Pitutur Luhur ada nilai dari symbol-simbol yang dimunculkan. Kaum Generasi muda harus menghindari sikap Adigang Adigung Adiguno dimana pada sikap ini seseorang merasa lebih maju dari segi materi atau harta kekayaan, membanggakan kekuasaan dan membanggakan kepandaian atau ilmu pengetahuan.

Acara ini begitu menarik diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, pegawai swasta, buruh, pedagang, guru mengaji dari wilayah Kapanewon Depok dan sekitarnya. Peserta tampak tertarik dan memperhatikan materi yang disampaikan oleh para narasumber. Hal ini menyepadankan dengan kondisi kehidupan berumah tangga yang sedang mereka hadapi. Acara berjalan lancar, dan berharap dapat dilaksanakan kembali dengan peserta yang lebih banyak lagi.

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*