Perpustakaan adalah tempat menyimpan dan temu kembali informasi. Hal ini merupakan konsep lama dari suatu perpustakaan yang perlu adanya perubahan dan pergeseran dalam perkembangannya. Minimnya jumlah kunjungan perpustakaan memicu suatu perpustakaan untuk melakukan perubahan terhadap penyelenggaraannya. Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial adalah program penyelenggaraan perpustakaan yang dapat menarik pemustaka untuk lebih menghidupkan kembali fungsi perpustakaan dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan menguntungkan.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman melaksanakan program Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial kepada perwakilan dari 40 Kalurahan di wilayah Kabupaten Sleman. Acara dilaksanakan pada hari Rabu, 7 Mei 2025 dan dibuka secara langsung oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Bapak Abu Bakar, S.Sos., M.Si. sekaligus memberikan sambutan yang bertempat di Kopi Njongke. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa TPBIS merupakan kegiatan yang sederhana namun berkelas. Perpustakaan memiliki nilai tambah dan berguna bagi masyarakat. Pada perencanaannya akan ada Desa Literasi atau Kawasan Literasi dengan mewujudkan 1 desa 1 kawasan yang dianggarakan dari Dana Keistimewaan Yogyakarta.


Acara sosialisasi menghadirkan 2 narasumber Pelatih Ahli TPBIS dari Kalurahan Widodo Martani Bapak Susilo Widodo, S.Si. dan Ibu Eka Wardani, SIP., MA.dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Dalam paparan kedua narasumber memberikan penjelasan mengenai Peran Literasi untuk kemajuan masyarakat di Kabupaten Sleman dan Kiat sukses pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Diawali dari kemampuan masyarakat untuk berliterasi yaitu kemampuan membaca, memahami, berkarya dan membuat lebih sejahtera.
Acara sosialisasi TPBIS ini berjalan secara lancar. Peserta menunjukkan antusiasmenya dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan keluhan kondisi perpustakaan yang ada pada Kalurahan mereka. TPBIS menjadi solusi bagi tiap Kalurahan untuk bisa mempromosikan perpustakaan mereka dengan merencanakan kegiatan yang menarik, bermanfaat dan memunculkan kesejahteraan bagi masyarakat demi mengembangkan kemampuan berliterasi.
Leave a Reply