Kegemaran membaca adalah pencapaian tujuan dalam penyelenggaraan perpustakaan. Perpustakaan berupaya penuh dalam mendorong masyarakat untuk memiliki minat yang tinggi dalam dalam berliterasi. Membaca membuka wawasan berpikir manusia dalam menjalani kehidupan. Hal ini memberi kesempatan besar bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman untuk bisa menjalankan tugas dan fungsinya. Bedah buku menjadi pilihan untuk mempromosikan kebudayaan gemar membaca.
Selasa, 25 Februari 2025 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Bedah Buku dengan judul “Guyup Rukun Ayem Tentrem” di Waroeng, Rebyoek, Cakran, Wukirsari. Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan Bedah Buku ini. Peserta terdiri dari masyarakat umum Kalurahan di wilayah Kapanewon Cangkringan, ibu rumah tangga, mahasiswa, guru PAUD, wiraswasta, buruh harian lepas, pedagang, dan pegawai honorer. Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Ibu Ch. Rini Puspitasari, S.P, M.Si. membuka acara kegiatan Bedah Buku. Penyampaian Laporan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan oleh Ketua Tim Pengelolaan Koleksi Ibu Wahyuningsih, S.IP, M.M. Acara ini menghadirkan narasumber yaitu Bapak Yani Fathur Rahman, S.Pd.I. seorang politikus. Juga Bapak Cahyadi Takariawan, S.Si.Apt. seorang penulis buku dan konselor. Moderator dalam acara ini yaitu Arif Hidayat, S.IP. Pustakawan Ahli Muda Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman.
Bapak Yani sebagai penulis menyampaikan bahwa ajakan membaca buku merupakan kegiatan yang harus terus menerus. Hal ini untuk mencerdaskan anak-anak di masa depan. Terkait dengan buku “Guyup Rukun Ayem Tentrem”, beliau menyampaikan bahwa dengan membaca buku ini dapat menciptakan lingkungan yang baik. Kebaikan mulai dari entitas terkecil dalam masyarakat yaitu di rumah tangga, atau keluarga.
Penulis Buku “Guyup Rukun Ayem Tentrem” Bapak Cahyadi Takariawan, S.Si. Apt. menyampaikan banyak hal mengenai buku yang beliau tulis yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini beliau berpesan bahwa Perpustakaan Sleman harus menjadi ikon di Sleman. Beliau mendalami teori dan falsafah dari para tokoh, seperti “Ikatlah Ilmu dengan tulisan”, ilmu seperti binatang buruan menurut imam syafii, dan menurut Hernowo bahwa membaca adalah menangkap makna, menulis adalah mengikat makna. Beliau mengungkapkan perbedaan antara kesenangan dan kebahagiaan. Bahwa kesenangan merupakan sesuatu yang sementara (ekternal) sedangkan kebahagiaan bersifat jangka lama (internal).
Acara bedah buku ini begitu menarik bagi para peserta. Antusiasme begitu tampak dengan adanya beberapa penanya yang menyampaikan pertanyaan begitu kompleks. Harapan para peserta pada acara bedah buku ini, menginginkan akan terus berlanjut. Bedah buku “Gurup Rukun Ayem Tentrem” ini memiliki reaksi positif dari masyarakat. Melalui acara ini kegemaran masyarakat terhadap membaca semakin meningkat.


Leave a Reply