Budaya adalah salah satu akar kekuatan keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Salah satu budaya yang tergolong warisan leluhur yaitu mendongeng. Namun kini budaya mendongeng dipertanyakan keberadaannya, apakah masih dilestarikan atau sudah tertinggal modernisasi zaman. Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap budaya literasi rendah. Ini dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga survei tahun 2016 lalu yang menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia pada peringkat 60 dari 61 negara di dunia.
Untuk menyanggah pernyataan hasil survei tersebut, maka Kabupaten Sleman terus menggalakkan program budaya minat baca. Program tersebut diakomodir oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan gerakan literasi yang salah satunya adalah Workshop Bercerita/Mendongeng Bagi Guru SD/MI Se-Kabupaten Sleman. Kegiatan diselenggarakan di RM. Pringsewu Jalan Magelang pada tanggal 24 dan 25 Juli 2017.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ir. A.A. Ayu Laksmidewi Tri Astika Putri, M.M. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya mendongeng bagi anak-anak. Kebiasaan mendongeng secara psikologis mempengaruhi pola pikir anak. Tidak hanya itu, mendongeng juga mendekatkan orangtua dengan anaknya, sehingga akan mempengaruhi masa depan sang anak.
Demi meningkatkan minat baca di Kabupaten Sleman khususnya bagi kalangan siswa-siswi sekolah dasar, dalam kesempatan tersebut Ir. A.A. Ayu Laksmidewi T.A.P., M.M. mengharapkan guru sebagai orangtua kedua para siswa bisa turut menebar budaya literasi. Era digital cukup mempengaruhi pola hidup anak, hal ini akan mengkhawatirkan apabila si anak tidak cukup siap memanfaatkan teknologi digital seperti menggunakan media sosial dan internet.
Leave a Reply