Membangun Kesejahteraan Melalui Kolaborasi, Inovasi, dan Literasi

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

Pada tanggal 26 September 2023, Hotel Grand Rohan Jogja menjadi saksi pelaksanaan workshop bertema “Literasi Mewujudkan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat.” Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta (DPAD DIY), sebagai upaya untuk mengedukasi dan memotivasi para pegiat literasi dalam masyarakat. Dengan dimulainya pukul 09.00, acara dibuka oleh seorang MC yang menyambut semua peserta, diikuti dengan sambutan dan pembukaan resmi oleh Kepala DPAD DIY, Ibu Monica Nur Lastiyani.

Dalam sambutannya, Ibu Monica memberikan semangat kepada para pegiat literasi dan berharap bahwa pemateri yang akan menyampaikan materi dapat memberikan pencerahan dan semangat baru bagi mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan peningkatan pemahaman tentang pentingnya peran pegiat literasi dalam pemberdayaan masyarakat, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mereka.

Acara ini menampilkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidang literasi. Meskipun awalnya dijadwalkan untuk diisi oleh Bunda Literasi Kabupaten Sleman, Bupati Sleman Ibu Hj Kustini Sri Purnomo, acara tersebut digantikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Dra Sri Wantini, M.Pd. Dalam paparannya, Ibu Dra Sri Wantini, M.Pd., mengupas topik “Membangun Kolaborasi dan Inovasi Budaya Baca Masyarakat.” Ia menjelaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam membangun budaya literasi, serta memberikan contoh konkretnya, seperti program “Dari Baca Menjadi Karya” dan “Cendol Manis” untuk meningkatkan minat membaca anak-anak sejak dini. Selain itu, program perpustakaan keliling dan pemanfaatan media sosial dalam promosi kegiatan literasi, seperti “Literasi di Rumah” dan “Digital Literacy Corner” (DLC), juga menjadi sorotan dalam paparannya.

Pemateri selanjutnya adalah Prof. Ida Fajar Priyanto, MA., Ph.D., pengajar di jurusan perpustakaan dan ilmu informasi di Universitas Gadjah Mada. Beliau berbicara tentang pentingnya literasi dalam mencapai kesejahteraan masyarakat dengan mempertimbangkan tiga faktor kunci analisis kebutuhan informasi, penyediaan informasi yang memadai, dan kemudahan akses yang dapat dipahami oleh masyarakat.

Nuradi Indrawijaya, S.Pd., Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) DIY, sebagai perwakilan dari para pegiat literasi, membagikan pengalaman dan inisiatif yang telah mereka lakukan dalam mendukung budaya literasi masyarakat.

Pembicara terakhir adalah duta baca DIY, Fery Anggara, yang mengajak peserta untuk mencari potensi kolaborasi, terutama dengan generasi muda yang semakin eksis. Ia menekankan pentingnya memberikan dukungan dan wadah bagi generasi muda yang memiliki energi untuk berkontribusi dalam dunia literasi.

Acara workshop ini dihadiri oleh 50 peserta, yang terdiri dari pegiat literasi dan pustakawan dari berbagai dinas perpustakaan kabupaten/kota se-DIY. Acara yang luar biasa ini ditutup dengan semangat tinggi, mengingatkan para peserta untuk terus berinovasi dan berkolaborasi, termasuk dalam memanfaatkan teknologi informasi. Pesan penting yang disampaikan adalah bahwa literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang membentuk karakter menuju masyarakat yang sejahtera.

Dalam era informasi yang berkembang pesat, kolaborasi, inovasi, dan literasi adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Workshop ini memberikan pandangan yang mendalam tentang bagaimana upaya-upaya ini dapat diwujudkan melalui budaya baca, pemanfaatan media sosial, dan peran generasi muda dalam memajukan literasi. NZF

Baca juga : Penghargaan Pengawasan Kearsipan Internal Pemerintah Sleman 2023

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

1 Trackback / Pingback

  1. Sharing Knowledge Kearsipan Ditjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM ke Kabupaten Sleman - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*