WISATA ARSIP : MENJUAL SLEMAN MELALUI ARSIP

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

Sleman memiliki sejarah panjang dalam mewarnai keistimewaan Daerah
Istimewa Yogyakarta. Sejarah keberadaan Kabupaten Sleman dapat dilacak pada
Rijksblad No. 11 Tahun 1916 tanggal 15 Mei 1916 yang membagi wilayah
Kasultanan Yogyakarta dalam 3 Kabupaten, yakni Kalasan, Bantul, dan Sulaiman
(yang kemudian disebut Sleman), dengan seorang bupati sebagai kepala
wilayahnya.
Rentetan peristiwa dari masa ke masa di Kabupaten Sleman dapat dikemas
dan ditampilkan dalam sebuah kisah secara apik dan menarik. Bahkan saat ini ada
kecenderungan bahwa sesuatu yang beraroma masa lalu dan jadul dapat dikemas
menjadi sajian yang cantik dan menarik dengan melalui arsip sebagai sumber
informasinya. Sebagian masyarakat kita belum menyadari arti pentingnya arsip
sebagai bagian multidimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di
NKRI. Tidak bisa dipungkiri, memang tidak mudah mengubah stigma di masyarakat
tentang arsip bahwasanya arsip itu sebagai sesuatu atau barang yang berdebu,
tertumpuk kacau dan sama sekali tidak menarik, jangankan dibaca informasinya,
untuk menyentuhnya pun enggan. Hal tersebut menjadi PR besar terutama bagi
lembaga kearsipan untuk mengubah stigma di masyarakat yang terlanjur kurang
bersahabat terhadap arsip.
Di masa kini sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi, pengertian
arsip semakin berkembang tidak hanya sebatas dalam media tekstual semata,
namun mengalami kemajuan yang cukup pesat dengan berbagai bentuk dan
medianya. Hal tersebut membawa angin segar dalam kemajuan di bidang
kearsipan. Arsip yang memiliki nilai kesejarahan dan nilai intrinsik yang tinggi yang
tercipta di masa lampau dapat disajikan lebih menarik dengan display artificial
melalui diorama kearsipan.
Diorama adalah benda miniatur tiga dimensi menggambarkan suatu
pemandangan atau suatu adegan. Melalui diorama kearsipan, arsip menjadi
cerminan nilai budaya yang luhur terhadap nilai-nilai kesejarahan. Perhatian
terhadap pentingnya arsip bagi kehidupan berbangsa dan bernegara perlu

diwujudkan dalam bentuk visual sebagai rekaman memori kolektif bangsa dan
bahan pertanggungjawaban nasional. Penggubahan bentuk arsip menjadi karya seni
dengan sentuhan teknologi ini sejatinya untuk memperkenalkan arsip kepada
masyarakat dengan cara yang mudah dipahami dan menarik.
Kegiatan Wisata Arsip Untuk Anak Sekolah sudah berjalan di Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Kegiatan yang mengantarkan
anak-anak sekolah untuk berwisata dalam mengetahui sejarah Kabupaten Sleman
dan juga mengetahui bagaimana mengelola arsip dengan benar. Mereka diantar dan
dijemput menggunakan fasilitas bus milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kabupaten Sleman. Wisata arsip ini ditujukan bagi anak-anak sekolah dasar dengan
harapan mereka mengetahu literasi tentang sejarah Kabupaten Sleman dengan
menyaksikan sendiri salinan atau miniatur arsipnya serta mengenal bagaimana cara
mengelola arsip dengan benar. Dengan demikian pengelolaan dan penyimpanan
arsip sudah bisa diketahui sejak dini.
Di masa pandemi Covid19 ini kegiatan wisata arsip dengan berkunjung
secara langsung untuk sementara ditiadakan sampai pandemi ini berakhir. Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten berusaha tetap berinovasi dengan
memberikan layanan wisata arsip dan pustaka melalui format berbasis daring yaitu
dengan layanan LDR (literasi dari rumah). Kegiatan LDR ini mengedukasi
masyarakat termasuk anak-anak untuk menyaksikan tayangan secara daring dalam
bentuk film pendek, dialog, monolog dan pameran virtual tentang sejarah Kabupaten
Sleman dan literasi tentang pengelolaan arsip dan literasi lainnya.
Adapun untuk diorama kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sedang
dalam proses untuk merealisasikannya. Diorama Sejarah Kabupaten Sleman adalah
ungkapan dinamika proses perjuangan dan perkembangan Kabupaten Sleman dari
masa ke masa yang ditampilkan melalui perpaduan arsip, seni, dan teknologi.
Gagasan untuk membangun Diorama Sejarah Kabupaten Sleman bertujuan untuk
mengangkat peranan arsip sebagai bagian penting dari proses kehidupan
berbangsa, guna memupuk semangat kecintaan terhadap tanah air, khususnya
Kabupaten Sleman.
Diorama Sejarah Kabupaten Sleman adalah suatu upaya Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman untuk mewujudkan akses arsip

yang seluas-luasnya kepada publik untuk kepentingan pemerintahan,
pembangunan, penelitian, dan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan rakyat sesuai
peraturan perundang-undangan dan kaidah-kaidah kearsipan.
Tepatlah dikatakan bahwa menyajikan arsip dalam media yang dikemas
secara menarik akan mengundang minat masyarakat untuk mengaksesnya baik
secara langsung ataupun dengan berbasis daring. Semakin menarik kemasan
penyajian informasi arsip nya, semakin memancing keingintahuan publik untuk
mengaksesnya. Harapannya masyarakat semakin peduli dan paham tentang arti
pentingnya arsip.
Outcome yang diharapkan bahwa melalui arsip, Kabupaten Sleman
mendapatkan kemanfaatan di segala multidimensinya. Tepatlah kiranya melalui
wisata arsip dapat memperkenalkan potensi Kabupaten Sleman kepada khalayak
baik di internal Daerah Istimewa Yogyakarta maupun di tingkat nasional bahkan
internasional. Tak berlebihan dikatakan bahwa “Menjual Sleman Melalui Arsip”.
Salam Arsip Tertib Arsip.(chp)

Berikan penilaian Anda untuk meningkatkan pelayanan kami

1 Trackback / Pingback

  1. Semangat Literasi: Peringatan Hari Buku Nasional di SD Negeri 2 Pakem -

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*