Profesi sebagai pustakawan bukan merupakan cita-cita dalam hidup ini. Pustakawan menjadi pilihan terbaik setelah masuk dalam dunia kependidikanku. Profesi yang tidak menarik ketika dilihat hanya dari luar saja. Menempuh pendidikan kepustakawan hari demi hari menjadi daya tarik dan tantangan tersendiri buatku. Point dari seorang pustakawan tidak hanya sekedar menata buku agar tampak rapi, namun dari penataan tersebut terkandung ilmu dimana untuk bisa mendapatkan suatu informasi membutuhkan penempatan yang tepat. Pergulatan dengan bahan pustaka akan memberikan ilmu bermanfaat yang menjalar ke berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Berawal dari mengetahui tentang teori-teori kepustakawanan, menganalisa, pengklasifikasian, manajemen, dan teknologi harus dipelajari dalam ilmu kepustakawanan. Semakin lama profesi pustakawan menjadi minat dalam kehidupan. Asyiknya ketika membuat klasifikasi suatu bahan pustaka, mengentri bahan pustaka, dan menariknya kegiatan pokok lain seperti pelayanan kepada pemustaka, promosi dan pembinaan perpustakaan akan menjadikan sebuah habbit dan hobby bagi saya.
Status kepustakawananku berawal dari daerah yang berbeda yaitu Kabupaten Bantul. Sebelumnya pernah mengalami perpindahan di beberapa SKPD yaitu bagian organisasi, kantor perpustakaan hingga Dinas Pendidikan. Dimanapun tempat kerja yang kami tempati pekerjaan sebagai pustakawan tetap dapat dilaksanakan sesuai dengan acuan juknis kepustakawanan yang berlaku. Kreasi dan kreativitas pekerjaan pustakawan di berbagai kantor tetap bisa diterapkan. Sering ketika jabatan pustakawan melekat, namun pekerjaan lainpun tetap harus tertangani mengingat minimnya Sumber Daya Manusia yang ada pada SKPD yang saya ikuti ini. Ketika berada pada formasi jabatan fungsional pustakawan di bagian organisasi Setda Kabupaten Bantul, saya juga harus bisa menangani berbagai pekerjaan induk seperti melakukan analisa jabatan, analisis beban kerja dan juga membantu membuat draft pembuatan Peraturan Bupati tentang jabatan fungsional tertentu. Pekerjaan ini saya lakukan selama 9 bulan yaitu awal tahun 2010 hingga akhir 2010. Saya mendapatkan SK mutasi pada akhir tahun untuk pindah ke Kantor Perpustakaan. Pekerjaan sebagai seorang pustakawan di Dinas ini memang pokok, namun saya masih harus mendapat tugas sampiran lain yaitu sebagai pembuat neraca pada tahun 2014-2015.
Perjalanan karier berikutnya saya harus menerima SK mutasi ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul. Pada Dinas ini saya memiliki banyak pekerjaan dikarenakan hanya satu fungsional pustakawan yang ada disana. Awal di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga saya harus membuat program kerja tersendiri, dan mengajukan penganggaran untuk dapat menyelenggarakan ketugasan saya. Perpustakaan khusus Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang sudah ada dengan fasilitas yang cukup memadahi, namun perlu mendapat pengembangan ke depannya. Untuk itu dengan kefungsionalan saya disana diharapkan dapat menyelenggarakan perpustakaan khusus dengan sebaik-baiknya. Kegiatan pembinaan perpustakaan sesuai dengan ketugasan pada jenjang jabatan saya, juga berharap bisa dilaksanakan. Pembinaan perpustakaan dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan para pengawas sekolah. Kami melakukan kerja secara bersama sehingga terjadi sinergitas pengawasan dan pembinaan pada sekolah secara keseluruhan dan pada perpustakaan secara khusus. Pekerjaan yang kami lakukan sudah diatur dari surat tugas yang diberikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Pekerjaan ini saya lakukan awal tahun 2018 hingga awal pertengahan tahun 2019.
Pada bulan Juli tahun 2019 permohonan mutasi yang saya usulankan sejak tahun 2014 akhirnya disetujui. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah mengabulkan permohonan saya agar jarak tempuh saya dalam bekerja dari rumah ke kantor bisa lebih dekat. Karena dengan jarak yang semakin dekat harapan saya bisa bekerja dengan lebih maksimal.
Profesi pustakawan berlanjut di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Secara umum pekerjaan pustakawan sudah menjadi rutinitas untuk saya dimanapun berada. Namun terdapat perbedaan pada ritme kerja dan personality. Bekerja di Dinas Perpustakaan Kabupaten Sleman dirasa menggunakan ritme yang lebih cepat dan padat. Untuk itu saya harus segera dapat menyesuaikan diri dengan kondisi. Selama satu tahun berjalan akhirnya saya berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan. Pekerjaan semakin bisa diselesaikan dengan cepat dan kreativitas semakin tumbuh. Namun pada awal tahun 2020 terdapat bencana besar yaitu munculnya penyakit covid 19 yang disebabkan oleh virus corona berasal dari kota Wuhan Cina masuk ke Indonesia dan berkembang semakin cepat. Masyarakat Indonesia terkena dampak dan beberapa dari kami sempat terkena virus corona ini. Dampak dari bencana ini menimpa di berbagai aspek, terutama perekonomian dan pendidikan. Hampir seluruh aspek mengalami pemberhentian. Belum ada solusi yang bisa dilakukan. Seluruh kegiatan kemasyarakatan dan perkantoran yang menimbulkan kontak dengan orang lain diberhentikan sementara sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Penganggaran dinas banyak yang dipangkas, dan kegiatan tahunan yang biasa diselenggarakan tiap tahun hampir semua tidak dapat diselenggarakan.
Namun dengan kondisi pandemi yang berkepanjangan ini, kami sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran tetap berupaya agar kami dapat bangkit dan melanjutkan perkembangan. Sedikit demi sedikit kami bisa terus melakukan pekerjaan dengan sistem yang tidak seperti biasanya. Pengetatan untuk tidak kontak dengan sesama terus disosialisasikan. Protokol kesehatan di masa pandemi tetap dilaksanakan semaksimal mungkin agar corona tidak menyerang kami lagi.

Pekerjaan rutin pustakawan dimulai dari pengadaan bahan pustaka hingga pelayanan tetap dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pustakawan. Pustakawan tetap melakukan seleksi bahan pustaka pengadaan pada tahun 2020 dan 2021 meskipun ada pemangkasan anggaran pengadaan bahan pustaka yang cukup signifikan. Pengolahan bahan pustaka setelah selesai pengadaan tetap dilaksanakan oleh pustakawan. Hingga pada pelayanan kepada pemustaka baik menetap, keliling maupun silang layan. Pelayanan informasi dan koleksi dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang sudah dibuat dalam SOP pelayanan. Kegiatan pembinaan perpustakaan juga tetap dilaksanakan meskipun sedikit berkurang untuk jumlah kedatangannya. Pembinaan di berbagai lokasi guna menghadapi akreditasi perpustakaan dan lomba perpustakaan.
Situasi dan kondisi pandemi menjadi ujian bagi setiap kehidupan manusia. Profesi pustakawan diuji untuk tetap dapat bekerja maju dan berkembang. Pustakawan dituntut untuk dapat membuat inovasi dan kreativitas guna pelayanan informasi kepada masyarakat di masa pandemi. Kami bersama-sama membuat program Literasi di Rumah dengan maksud program ini memberikan tayangan virtual yang bermanfaat untuk masyarakat ketika berada di rumah. Pada program LDR ini pustakawan menyajikan berbagai hal informatif seperti informasi koleksi perpustakaan, bedah koleksi best seller, talkshow dengan berbagai tema yang diusung, tour ke perpustakaan-perpustakaan atau TMB di Sleman, dan masih banyak lagi tayangan yang menarik untuk disaksikan. Program LDR ini kami tampilkan di Instagram maupun Youtube baik secara live maupun recording.
Pandemi belum berakhir namun masih ada ujian yang diberikan Allah kepada warga Sleman. Erupsi merapi membuat keadaan menjadi tidak tenang terutama bagi penduduk di kaki merapi. Banyak masyarakat di kaki gunung Merapi harus mengungsi dan tinggal di barak pengungsian. Kami pustakawan juga dituntut aktif untuk dapat berpartisipasi dalam membantu korban erupsi merapi. Kami diminta untuk memberikan hiburan dan edukasi kepada anak-anak dan warga yang mengungsi di barak pengungsian. Kami berkunjung ke barak pengungsian yang ada di kaki merapi. Kami memberikan sedikit selingan sebagai upaya untuk menghibur anak-anak di sana. Story telling kami sampaikan dalam kunjungan ke barak pengungsian. Anak-anak cukup terhibur meskipun ada beberapa anak yang memiliki karakter tidak bisa menyimak dengan baik, namun mereka tetap merasa senang jika kami amati. Edukasi di kaki merapi ini juga menjadi program Literasi di Rumah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman.
Seorang pustakawan juga harus siap untuk menjadi narasumber dimanapun. Pengalaman ketika sudah menginjakkan kaki di perpustakaan Sleman, saya diminta untuk menjadi narasumber acara sosialisasi perpustakaan di Dinas Kebudayaan, BPBD, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Perpustakaan Desa dan beberapa Perpustakaan Sekolah. Sosialisasi ini biasanya dalam rangka pendirian perpustakaan khusus pada OPD, persiapan akreditasi dan lomba perpustakaan. Pada kesempatan ini diupayakan seluruh pengetahuan tentang perpustakaan kami sampaikan semaksimal mungkin dan dapat menjawab setiap persoalan yang sedang mereka hadapi.
Pasang surut pandemi ini menjadi ancaman yang cukup berbahaya bagi setiap manusia. Surut bukan berarti hampir selesai, namun justru menjadi kewaspadaan manusia untuk tetap berhati-hati. Pengalaman pada masa pandemi dengan kondisi covid 19 mengalami penurunan. Akan tetapi setelahnya menjadi ledakan yang cukup mengerikan. Setiap daerah hampir masuk pada zona merah. Pustakawan berusaha untuk semakin berhati-hati. Kami membagi ketugasan dalam 2 kelompok agar mengurangi kebersamaan. Kegiatan kami semakin padat. Akreditasi perpustakaan semakin dekat dan ada perpustakaan desa yang masuk dalam lomba Nasional. Pembinaan perpustakaan semakin digiatkan meskipun tidak harus berkunjung langsung ke perpustakaan yang akan mengikuti program tersebut. Kami maksimalkan dengan konsultasi lewat whatsapp dan telepon. Jika pihak perpustakaan membutuhkan kehadiran kami ke lokasi, mau tidak mau kami harus hadir di sana. Kami memberikan sosialisasi singkat untuk dapat mengurai permasalah yang mereka hadapi. Memberikan solusi jika terdapat kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan akreditasi. Kedatangan kami juga tetap mengikuti prokes demi menjaga kesehatan dan keamanan masing-masing.
Waktu terus berjalan, ilmu pengetahuan semakin berkembang, tuntutan profesi kami sebagai pustakawan juga meningkat. Kami berupaya untuk dapat terus berkembang dan maju dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, memberikan informasi kepada pemustaka semaksimal mungkin. Demi terlaksana visi, misi dan tujuan Dinas Perpustakaan dan Kabupaten Sleman. Semoga pandemi segera berakhir dan semangat kami sebagai pustakawan tidak pernah surut.
Leave a Reply