Pandemi Covid-19 melanda bumi pertiwi Indonesia sejak tahun 2020 tepatnya pada bulan Maret 2020. Mulai saat itu aktifitas masyarakat diatur secara ketat bahkan ada kegiatan yang sama sekali tidak boleh misalnya mengumpulkan orang dengan jumlah yang banyak, karena kegiatan yang menimbulkan kerumunan dilarang. Pada saat itu pula telah populer istilah Prokes (Protokol Kesehatan) yaitu segala aktifitas harus menjalankan protokol kesehatan antara lain memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan hindari kerumunan serta kurangi mobilitas.
Selama pandemic ini beberapakali layanan perpustakaan di tutup untuk sementara waktu, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona serta mengikuti aturan pemerintah. Selama layanan perpustakaan tutup banyak sekali masyarakat yang terus bertanya melalui media sosial baik whatsapp, instragam perpusarsip sleman, dan Lapor Sleman mengenai program-program perpustakaan di masa pandemic. Kerinduan masyarakat akan kehadiran program perpustakaan bisa disebabkan karena aktivitas masyarakat selama pandemi yang dibatasi seperti kerja dari rumah atau sekolah dari rumah, sehingga untuk mengisi waktu luang masyarakat membutuhkan program yang kreatif dan informatif.
Sebagai sebuah institusi yang memiliki tugas dalam menyediakan infomasi yang cepat, tepat, dan akurat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabuaten Sleman perlu meningkatkan inovasi dalam melayani masyarakat terutama dengan diberlakukanya Adaptasi Kebiasaan Baru atau biasa disebut new normal. Hal ini menjadi sebuah keharusan agar perpustakaan tidak ditingalkan oleh masyarakat. Melihat kondisi yang demikian, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan perlu memiliki terobosan baru dengan menghadirkan sebuah program yang dapat menghibur sekaligus memberikan informasi yang bermanfaat dalam bentuk digital yang diakses melalui media sosial. Mengingat selama pandemic masyarakat dihimbau untuk mengurangi mobilitas. Peamanfaatan media sosial dirasa tepat untuk membudayakan literasi kepada masyarakat di tengah suasana pandemic supaya budaya literasi di masyarakat tetap terjaga.
Melihat trend dimana banyak masyarakat yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana informasi maupun berekspresi, kiranya perpustakaan dapat mengadopsi hal itu untuk menghadirkan program yang menarik minat masyarakat. Program Literasi di Rumah menjadi sebuah trobosan baru dalam memberikan layanan selama pandemic ini. Literasi di Rumah atau biasa disingkat LdR merupakan sebuah layanan informasi yang dihadirkan dalam format video melalui media sosial berisi konten-konten literasi seperti promosi kegiatan Dinas perpustakaan dan Kerasipan Kabupaten Sleman , storytelling, tips, parenting, dan infromasi bermanfaat lain yang bersumber dari sumber informasi yang ada di perpustakaan. Kehadiran LdR diharapakan dapat meningkatkan literasi masyarakat di Kabupaten Sleman melalui konten-konten yang informatif. Masyarakat Sleman dapat menikmati LdR dari mana saja dan kapan saja melalui gawai masing-masing. Selain menjadi sebuah layanan informasi LdR juga menjadi sarana hiburan dengan bentuk content yang dihadirkan serius tapi santai agar lebih menarik minat masarakat untuk mengikutinya.

Video LdR ini dapat diakses masyarakat melalui media sosial perpustakaan yaitu kanal Youtube perpusarsipsleman, Facebook perpustakaan sleman, Twitter perpusip_sleman serta Instagram Perpusarsipsleman. Selama ini media sosial perpustakaan sudah ada namun belum maksimal dalam penggunaanya sehingga dengan adanya program LdR ini media sosial Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kabupaten Sleman dapat lebih bermanfaat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman dalam membuat LdR bekerjasama dengan seluruh steakholder yang adabaik di pemda sleman mapun interen dinas, seperti Pustakawan, Arsiparis, staf dan juga pejabat struktural. Mereka akan dilibatkan dalam pembuatan video sesuai dengan tema yang dibuat.

Sejauh ini jumlah followers media sosial Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabuapten Sleman sudah mengalami peningkatan tetapi masih dalam skala kecil. Sehingga tingkat pemanfaatan media sosial masih dirasa kurang. Untuk itu perlu inovasi dan promosi yang lebih maksimal tentang kegiatan LdR. Inovasi yang sudah dilakukan oleh TIM LdR Bidang Perpustakaan baru-baru ini dengan melakukan kolaborasi bersama pemangku kebijakan di Kabupaten Sleman yaitu Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, Setda Sleman, dan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman yang berkaitan dengan literasi dalam sebuah program diskusi Ngobras “Ngobrol Berkualitas”. Ngobras merupakan sebuah program diskusi dimana dalam penyajiannya dihadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya sehingga informasi yang disampaikan bermanfaat bagi masyarakat sleman. Pemilihan tokoh-tokoh tersebut dikarenakan mereka adalah steakholder yang memiliki kapasitas untuk mempengaruhi kebijakan. Selain itu dengan kegiatan ini para seteakeholder akan memiliki wawasan berkaitan dengan literasi sehingga kebijakan-kebijakanya terhadap literasi bisa lebih baik. Terlebih tokoh-tokoh ini di media sosial memiliki pengikut yang banyak sehingga dapat menarik atensi dari masyarakat yang lebih luas untuk mengikuti media sosial Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. LdR ini juga bisa disebut sebagai kegiatan yang mendukung terwujudnya masyarakat kabupaten sleman yang literasi infromasi sesuai dengan misi bupati ke-4 yaitu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
Leave a Reply