Select Page

Bupati Sleman

Periode Pemerintahan Tahun 1955 – 1959

Bupati Sleman yang ketiga adalah K.R.T. Dipodiningrat yang menurut Daftar Riwayat Hidup yang ditulis dan ditandatangani oleh beliau sendiri pada tanggal 10 Oktober 1963 dimana tertulis bahwa KRT Dipodiningrat menjadi Bupati Pamong Pradja Sleman pada tahun 1949 s/d 1952. Selepas beliau menjabat sebagai Bupati Pamong Pradja Sleman kemudian beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Pemerintahan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1953 sampai dengan beliau purna tugas (pensiun) tahun 1960. Selanjutnya sejak tahun 1960 KRT Dipodiningrat beralih tugas mengabdi sebagai administratur Persatuan Seksi-Seksi Pembangunan Masyarakat Universitas Gadjah Mada.

K.R.T Dipodiningrat mempunyai nama kecil R.M. Sunarjo lahir pada tanggal 3 April 1911 yang kemudian menikah dengan Raden Adjeng Siti Suparti pada tahun 1937 dan dikarunia 6 orang putra (2 putri dan 4 putra). Masa pemerintahan Bupati KRT Dipodiningrat untuk pusat pelayan kabupaten sudah berada di Ambarukmo tepatnya berada di petilasan Dalem dan bekas pusat pendidikan perwira polisi yang pertama di Indonesia (sekarang menjadi pendopo Hotel Royal Ambarukmo).Perlu digarisbawahi bahwa Ambarukmo pada waktu itu hanya menjadi pusat pelayanan Kabupaten Sleman dan tidak dibarengi dengan pemindahan ibukota. Jadi meskipun ibukotanya tetap di Sleman, bupatinya melayani masyarakat di Ambarukmo.

Pada masa pemerintahan Bupati Dipodiningrat pelaksanaan UU No 22/1948 tentang Pemerintahan Daerah sudah mulai dilaksanakan pada tahun 1950 dimana pada masa itu dikeluarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan undang-undang Nomor 15 Tahun 1950 jumlah anggota DPR 22 orang, jumlah anggota DPD lima orang di luar Kepala Daerah, dan urusan rumah tangga yang diserahkan 14 buah anata lain: 1. Urusan Umum; 2. Urusan Pemerintahan Umum; 3. Urusan Agraria; 4. Urusan Pengairan; 5. Urusan Pertanian; 6. Urusan Kehewanan; 7. Urusan Kerajinan, Perdagangan Dalam Negeri dan Perindustrian; 8. Urusan Perburuhan; 9. Urusan Sosial; 10. Urusan Pembagian (Distribusi); 11. Urusan Penerangan; 12. Urusan PP &K; 13. Urusan Kesehatan dan; 14. Urusan Perusahaan (Suwarno, 1994:286).

Kondisi pemerintahan pada masa pemerintahan KRT Dipodiningrat cukup kondusif karena Bupati, Wakil Bupati, para pegawai banyak yang menetap di Kraton Ambarukmo. Komunikasi antar anak-anak para pegawai dan anak anak bupati sangat baik. Anak-anak dapat belajar dan melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama-sama misalnya menari dan bermain olahraga di Pesanggrahan Ambarukmo. Setiap Jumat sore ada latihan tari Jawa tradisional, guru-gurunya dari Among Bekso Kraton Yogyakarta. Siswa tari dari sekitar Ambarukmo dan dari AURI Adisucipto. Beberapa pentas tari yang pernah ditampilkan adalah wayang orang dengan lakon “Narasoma dan Lahirnya Gatotkaca”. Setiap tanggal 17 Agustus selalu ada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang menampilkan pentas seni, pameran hasil karya tiap-tiap kelurahan dan kantor penerangan Pemerintahan Kabupaten Sleman.

KRT Dipodiningrat senantiasa menanamkan sifat-sifat yang positif dan menjadi suri tauladan baik bagi masyarakat maupun keluarganya. Sifat jujur dan didiplin menjadi dasar dalam segala tindakan. Seperti yang dituturkan oleh Putri Pertama KRT Dipodiningrat yaitu Dra. R.A. Pientamtijastirin bahwa beliau selalu mengajarkan agar anak-anaknya beribadah secara Islam, mengamalkan Pancasila dan memelihara serta melestarikan budaya Jawa. Selain itu sebagai anak-anaknya wajib untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya karena ilmu dapat dijadikan untuk bekal di kemudian hari. Sehingga sampai saat ini para putra-putri dan cucu telah melaksanakan cita-cita KRT Dipodiningrat secara konsekwen. KRT Dipodiningrat menutup usia pada tahun 1976 kemudian disusul sang istri yang wafat pada tahun 1979. Bupati KRT Dipodiningrat dimakamkan di Makam Hastorenggo Kotagede.

Sumber diambil dari :

  1. Wawancara dengan ahli waris Bupati KRT Dipodiningrat (R.M Siswantojo dan R.A Pientamtijastirin)
  2. Daftar Riwayat Hidup Bupati KRT Dipodiningrat yang ditulis dan ditandatangani oleh KRT Dipodiningrat
  3. Riwayat tugas/jabatan KRT Pradjadiningrat, September 1996
  4. Transkrip wawancara dari RM Banu Subadiyo, ahli waris dari Almarhum mantan Bupati Sleman KRT Pradjadiningrat, tanggal 31 Mei 2012.