Select Page

Bupati Sleman

Periode Pemerintahan Tahun 2000 – 2010

“Apabila ingin mengetahui kemajuan kita pada hari ini, harus mengetahui tentang kita pada masa lalu”. Masa lalu yang dinamai sejarah ini merupakan fakta yang tidak bisa berbohong. Begitupun mengenai sejarah pemerintahanan suatu daerah. Kemajuan suatu daerah saat ini tidak dapat terlepas dari peran pemerintah sebelumnya. Peninggalan-peninggalan bersejarah, baik fisik maupun nonfisik, merupakan warisan yang mencerminkan wajah daerah pada masa tersebut. Rekaman jejak dari setiap pimpinan saat berkuasa, seperti bupati, tentu berbeda dari masa kepemimpinan bupati yang satu dengan bupati yang lain.

Sumber informasi akurat dan bukti otentik dari setiap pelaksanaan kepemimpinan seorang bupati pada periode tertentu dapat dibaca dari dokumen-dokumen yang dihasilkan. Sleman, sebagai salah satu kabupaten terdepan di Pemerintah Daerah DIY, telah mengalami pergantian masa kepemimpinan berkali-kali. Drs. Ibnu Subiyanto, Akt yang memimpin Kabupaten Sleman pada periode tahun 2000 – 2005 bersama dengan Zaelani, S.Pd., M.Pd.I sebagai Wakil Bupati, dan kemudian terpilih kembali pada periode berikutnya, tahun 2005 – 2010 bersama dengan Drs. Sri Purnomo sebagai wakilnya, telah mengalami kemajuan signifikan dan berhasil meraih berbagai penghargaan dan prestasi yang membanggakan.

Dalam uraian ini akan diulas secara singkat beberapa hasil pembangunan Kabupaten Sleman pada saat dipimpin oleh Drs. Ibnu Subiyanto, Akt, yaitu mengenai peningkatan kapasitas pemerintah; kondisi fisik, ekonomi, sosial dan budaya; pemulihan pasca bencana alam; daya tarik Sleman, prestasi dan penghargaan.

I. Peningkatan Kapasitas Pemerintah Dalam rangka meningkatkan kapasitas pemerintah dilakukan beberapa langkah, yaitu penataan organisasi, penyempurnaan sistem, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan perbaikan pelayanan.

A. Penataan Organisasi Pada tahun 2007 Kabupaten Sleman telah melakukan dua kali penataan struktur organisasi. Penataan pertama berdasarkan Peraturan Daerah No. 12 Tahun 2000 yang menitikberatkan pada upaya penggabungan (merger) berbagai organisasi kecil menjadi suatu organisasi yang lebih efisien dan sinergis yang terdiri dari: 

Sekretariat Daerah, terdiri dari 3 Asisten Sekretaris Daerah:

1) Asisten Sekretaris Daerah Bidang Tata Praja,

2) Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan,

3) Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi.

9 Bagian:

1) Bagian Tata Pemerintahan

2) Bagian Pemerintahan Desa

3) Bagian Hukum

4) Bagian Pengembangan Perekonomian

5) Bagian Administrasi Pembangunan

6) Bagian Kesejahteraan Rakyat

7) Bagian Organisasi

8) Bagian Umum

9) Bagian Hubungan Masyarakat 

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, terdiri dari 1 Sekretaris DPRD, 2 Bagian dan 5 Subbagian. 

Dinas (7 Dinas)

1) Dinas Pekerjaan Umum, Perhubungan, dan Pertambangan

2) Dinas Pertanian dan Kehutanan

3) Dinas Perekonomian

4) Dinas Kesehatan

5) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (5 Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)

6) Dinas Kesejahteraan Masyarakat

7) Dinas Ketentraman dan Ketertiban 

Badan (4 Badan)

1) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

2) Badan Pengawasan Daerah

3) Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah

4) Badan Pertanahan Daerah (Tidak operasional karena kewenangan pertanahan tidak diserahkan Daerah) 

Kantor (3 Kantor)

1) Kantor Kepegawaian Daerah

2) Kantor Data Elektronik, Arsip, dan Perpustakaan

3) Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan 

Kecamatan (17 Kecamatan) – 7 Kecamatan Pola Maksimal (6 Seksi) – 10 Kecamatan Pola Minimal (4 Seksi) 

Badan Usaha Milik Daerah

1) Perusahaan Daerah Bank Pasar (PD Bank Pasar)

2) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) 

Cabang Dinas 5 Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Unit Pelaksana Teknis Dinas

– Pusat Kesehatan Masyarakat (24 Puskesmas)

– Rumah Sakit Umum Daerah

– Sanggar Kegiatan Belajar

– Balai Latihan Kerja

– Pasar

CATATAN: Lembaga dekonsentrasi depdagri tidak ada. 

Instansi Vertikal, yaitu:

– Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional

– Kantor Statistik

– Kantor Departemen Agama

– Balai Latihan Transmigrasi

– UPT Departemen sosial (PSBR, PSKW, PSTW, PSPA, PSBK) 

– Badan Pertanahan Nasional

Penataan kedua berdasarkan pada Peraturan Daerah No. 12 Tahun 2003 yang bertujuan untuk mewujudkan organisasi pemerintah daerah yang ramping, tetapi kaya fungsi dan fleksibel yang terdiri dari: Sekretariat Daerah, terdiri dari 3 Asisten Sekretaris Daerah:

  1. Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan
  2. Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan,
  3. Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi.

9 Bagian:

  1. Bagian Tata Pemerintahan
  2. Bagian Pemerintahan Desa
  3. Bagian Hukum
  4. Bagian Perekonomian
  5. Bagian Administrasi Pembangunan
  6. Bagian Kesejahteraan Rakyat
  7. Bagian Organisasi
  8. Bagian Umum
  9. Bagian Hubungan Masyarakat 

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, terdiri dari 1 Sekretaris DPRD, 2 Bagian dan 6 Subbagian. 

Dinas (9 Dinas)

  1. Dinas Permukiman, Prasarana Wilayah, dan Perhubungan
  2. Dinas Pengairan, Pertambangan, dan Penanggulangan Bencana Alam
  3. Dinas Pertanian dan Kehutanan
  4. Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Penanaman Modal
  5. Dinas Kesehatan
  6. Dinas Pendidikan
  7. Dinas Tenaga Kerja, Sosial, dan Keluarga Berencana
  8. Dinas Polisi Pamong Praja dan Ketertiban Masyarakat
  9. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 

Badan (5 Badan + 1 setara Badan)

  1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
  2. Badan Pengawasan Daerah
  3. Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah
  4. Badan Pengendalian Pertanahan Daerah
  5. Badan Kepegawaian Daerah
  6. Rumah Sakit Umum Daerah (Disetarakan dengan Badan) 

Kantor (5 Kantor+1 setara Kantor)

  1. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah
  2. Kantor Telekomunikasi dan Informatika
  3. Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan
  4. Kantor Pengelolaan Pasar
  5. Kantor Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil
  6. Balai Latihan Kerja (Disetarakan dengan Kantor) 

Kecamatan (17 Kecamatan) – 7 Kecamatan Pola Maksimal (6 Seksi) – 10 Kecamatan Pola Minimal (4 Seksi) 

Badan Usaha Milik Daerah

  1. Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat “Bank Pasar” (PD BPR “Bank Pasar”)
  2. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) 

Cabang Dinas – 

Unit Pelaksana Teknis Dinas

  • UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat (24 Puskesmas)
  • UPTD Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM)
  • UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor
  • UPTD Peralatan, Perbekalan, dan Laboratorium
  • UPTD Pengembangan Budidaya dan Pemasaran Perikanan
  • UPTD Pengembangan Budidaya Peternakan dan Pemotongan Hewan
  • UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan
  • UPTD Sanggar Kegiatan Belajar
    CATATAN: Lembaga dekonsentrasi tidak ada. 

Instansi Vertikal, yaitu:

  • Kantor Statistik
  • Kantor Departemen Agama
  • Balai Latihan Transmigrasi
  • UPT Departemen Sosial (PSBR, PSKW, PSTW, PSPA, PSBK)

B. Penyempurnaan Sistem Penataan organisasi birokrasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dilengkapi dengan dibangunnya infrastruktur sistem yang memungkinkan reformasi sistem birokrasi dapat berjalan secara efektif. Infrastruktur sistem yang dibangun meliputi pembentukan regulasi, prosedur kerja, pengembangan sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi informasi.

C. Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Upaya perbaikan pendidikan pegawai dilakukan dengan pengiriman tugas belajar, ijin belajar, dan ijin belajar khusus untuk pegawai yang melanjutkan pendidikan, baik untuk jenjang S1 maupun S2. Selain itu, untuk meningkatkan ketrampilan, pegawai diikutsertakan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan yang disertai dengan analisis kebutuhan diklat, seleksi, penyusunan kurikulum, pedoman diklat, serta pemantauan alumni diklat,

D. Perbaikan Pelayanan Beberapa upaya yang dilakukan untuk perbaikan pelayanan publik ditempuh dengan kegiatan pembinaan penerapan manajemen ISO 9001:2000, penyusunan indeks kepuasan masyarakat pada Unit Pelayanan Terpadu Perizinan Satu Atap, dan penanganan pengaduan pelayanan Ijin Mendirikan Bangunan.

II. Kondisi Fisik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Wilayah Kabupaten Sleman memiliki ketinggian antara 100 meter hingga 2500 meter di atas permukaan laut. Bagian selatan relatif datar dengan peruntukan utama sebagai lahan pertanian, industri, dan permukiman, sedangkan bagian utara merupakan lereng gunung Merapi yang memiliki banyak potensi sumber air. Untuk prasarana dan sarana wilayah, didukung sarana perhubungan, irigasi, jaringan listrik, telekomunikasi, perdagangan, olah raga, air bersih, dan pendukung pariwisata.

Sektor pendukung utama perekonomian di Kabupaten Sleman pada masa kepemimpinan Drs. Ibnu Subiyanto, Akt. yaitu sektor perdagangan hotel dan restoran, jasa, industri pengolahan, pertanian, bangunan, keuangan, persewaan, dan jasa keuangan. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 mencapai 4,61%, sedikit lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2006 (4,50%). Untuk potensi investasi di Sleman terdapat potensi investasi dunia usaha dalam bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, pariwisata, dan industri. Kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sleman juga mengalami peningkatan pada masa kepemimpinan Bupati yang memiliki prinsip sederhana dalam bekerja, “Satunya Kata dan Perbuatan” ini, dengan diraihnya standar ISO 9001:2000 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan 8 puskesmas di wilayah Sleman.

Untuk pembangunan bidang pendidikan dilaksanakan kebijakan tertentu, seperti kualitas dan kuantitas tenaga kependidikan, kurikulum, program wajib belajar, sarana dan prasarana. Dalam bidang kebudayaan, dibentuk 10 desa budaya untuk melstarikan budaya daerah, yaitu Desa Bangunkerto, Banyurejo, Widodomartani, Tirtoadi, Sidomoyo, Sidomulyo, Sinduharjo, Sambirejo, Argomulyo, dan Sendangmulyo. Selain itu, ditetapkan 2 kawasan cagar budaya, yaitu Desa Ambarketawang dan Bokoharjo. Pengembangan kebudayaan ini dilaksanakan dengan dasar nilai luhur budaya melalui peran aktif masyarakat.

III. Pemulihan Pasca Bencana Alam Bencana alam gempa bumi dan gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2006 menyisakan permasalahan yang kompleks bagi Sleman dan daerah sekitarnya. Akan tetapi, berkat kecepatan dan ketepatan pimpinan daerah dalam mengambil keputusan, kerugian akibat musibah tersebut berhasil dipulihkan secara bertahap.

Upaya pemulihan fisik dilaksanakan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yang roboh atau yang mengalami kerusakan, sarana pendidikan, sarana kesehatan, kantor pemerintah, rumah ibadah, sarana perhubungan, bendung, dan saluran irigasi. Untuk memulihkan kondisi ekonomi dilaksanakan upaya yang terencana, bertahap, dan menggunakan skala prioritas. Upaya tersebut meliputi rehabilitasi pasar dan alat usaha perdagangan, industri kecil, bantuan untuk koperasi, bantuan modal untuk rumah tangga miskin melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB), dan bantuan dalam bidang pertanian.

Upaya rehabilitasi sosial juga dilaksanakan dalam berbagai bentuk dengan tujuan utama untuk menghilangkan perasaan traumatis dan memulihkan kembali semangat hidup para korban. Disamping itu, dilaksanakan pelayanan pengobatan dan rehabilitasi medis gratis bagi korban.

Untuk memperbaiki pariwisata dilakukan upaya recovery dengan menyelenggarakan event-event menarik, seperti berbagai festival (barongsai, jadah bakar, dan kirab agung), pentas seni, lomba lukis, lava tour, pembangunan gardu pandang untuk menyaksikan lava pijar, serta fam trip.

IV. Daya Tarik Sleman, Prestasi dan Penghargaan Fasilitas dan kualitas pendidikan yang unggul merupakan salah satu daya tarik Sleman. Di wilayah Sleman terdiri dari 5 perguruan tinggi negeri dan 37 perguruan tinggi swasta dengan fasilitas dan infrastruktur pendidikan yang lengkap dan modern. Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga adalah sebagian perguruan tinggi di Sleman yang kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Perguruan tinggi tersebut berorientasi pada pembentukan intellectual skill, communications skill, dan interpersonal skill untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki etos kerja profesional.

Objek wisata yang beragam, khas dan menarik juga merupakan daya tarik pariwisata Kabupaten Sleman yang merupakan perpaduan antara panorama alam dengan kebudayaan dan sejarah kepurbakalaan. Selain itu, di Sleman juga terdapat sentra kerajinan dan mebel bambu.

Pada tahun 2007 banyak prestasi dan penghargaan yang diterima oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sleman meliputi tingkat internasional, nasional, dan provinsi. Juara I Wira Usaha Muda (Seni Perca) ASEAN Youth Day Meeting and Youth Day Award ke-24 di Vientiane Laos, atas nama Awit Radiani, Sanggrahan Wedomartani Ngemplak merupakan prestasi dan penghargaan tingkat internasional yang diterima Kabupaten Sleman.

Sumber diambil dari :

  1. Buku Documentasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman Tahun 1966-1967
  2. Buku Kabupaten Sleman “Dalam Perjalanan Sejarah” Diterbitkan oleh Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Sleman Tahun 2002