
PROFIL BUPATI SLEMAN H. ARIFIN ILYAS
Bupati Sleman
Periode Pemerintahan Tahun 1990 – 2000
Drs. H. Arifin Ilyas adalah mantan Bupati Kabupaten Sleman yang menjabat selama dua periode yaitu pada tahun 1990-2000, Ia lahir pada tanggal 2 Oktober tahun 1939 di Pulau Bangka Provinsi Bangka Belitung. Beliau adalah putra ke-2 dari 2 bersaudara. Semasa kecil Arifin Ilyas tumbuh dalam pengasuhan ibunya karena ayahandanya meninggal sewaktu Arifin Ilyas berusia 4 tahun.
Arifin Ilyas mulai hijrah ke Jogjakarta sejak SMA (tahun 1957), waktu itu Ia bersekolah di SMA Teladan Yogyakarta. Setelah lulus SMA pada tahun 1960 sebenarnya Arifin Ilyas ingin menjadi ABRI (TNI), Ia sempat mengkuti pelatihan di AAL Malang selama 8 bulan namun keinginannya tersebut tidak direstui oleh ibundanya, akhirnya Ia kembali ke Jogja dan kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Sospol Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Selama menjadi mahasiswa Arifin Ilyas dikenal sebagai seorang aktivis, Ia sangat aktif mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan serta pernah menjadi Ketua Dewan Mahasiswa pada waktu itu. Arifin Ilyas menyelesaikan kuliahnya pada tahun 1966. Pada tahun 1963 Arifin Ilyas menikah dengan gadis pujaan hatinya bernama Ismiyati adik kelasnya semasa SMA di SMA Teladan Yogyakarta.
Perjalanan karir Drs. H. Arifin Ilyas sebagai pegawai dimulai pada tahun 1964 sebagai pengatur keuangan di Kabupaten Kulonprogo, Ia diangkat menjadi pegawai negeri pada tahun1966. Pada tahun 1975 Ia dilantik menjadi Sekwilda Kabupaten Kulonprogo kemudian pada tahun 1983 dilantik sebagai Kepala Biro Mental Spiritual Sekwilda Provinsi DIY, tahun 1984 dilantik sebagai Sekwilda Kotamadya Yogyakarta, kemudian tahun 1987 diangkat menjadi Assek 1 bidang pemerintahan Provinsi DIY.
Terakhir Ia menjabat sebagai Bupati Kabupaten Sleman selama 2 periode kepemimpinan yaitu pada tahun 1990-1995 dan 1995-2000. Kebersamaan dan kegotong-royongan Drs. H. Arifin Ilyas pertama kali dilantik menjadi Bupati Sleman pada tanggal 11 Agustus 1990.
Dalam kepemimpinannya sebagai Bupati, Drs. H. Arifin Ilyas dikenal sebagai seorang Bupati yang suka turun kebawah untuk melihat langsung kondisi lingkungan dan masyarakat Sleman serta selalu berusaha membangun kebersamaan dan kegotongroyongan dalam setiap program-program kerjanya. Ia juga terkenal dengan pembawaanya yang selalu ramah dan ceria terhadap semua kalangan masyarakat.
Sebagai Bupati Ia sangat disegani oleh masyarakat dengan gaya kepemimpinannya yang merakyat dan selalu memperhatikan rakyat kecil. Dibawah kepemimpinan Drs. H. Arifin Ilyas pada periode 1990an, pembangunan di wilayah Sleman bekembang pesat dalam berbagai sektor antara lain infrastruktur ekonomi, pertanian, perkotaan serta kesejahteraan masyarakat.
Catatan-catatan penting yang berhasil diraih selama masa kepemimpinan Drs. H. Arifin Ilyas antara lain:
- Penetapan Slogan Pembangunan Desa Terpadu “ Sleman Sembada” yang ditetapkan dalam Perda No. 4 Tahun 1992 tentang Slogan Pembangunan Desa Terpadu Kabupaten Dati II Sleman
- Ditetapkannya Pemkab Sleman sebagai daerah percontohan otonomi daerah bersama 25 kabupaten lain di Indonesia, penetapan ini tertuang dalam SK Menteri Dalam Negeri No. 105 tahun 1994
- Penghargaan Adipura pada tahun 1993/1994 dan 1994/1995
- Pemberdayaan PKK Kabupaten Sleman
- Gerakan sengonisasi untuk merehabilitasi lahan-lahan kritis
- Penetapan Salak Pondoh dan burung Punglor sebagai flora dan fauna identitas Kabupaten Sleman
Tombak Kyai Turunsih
Pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-83 Sri Sultan HB X memberikan anugerah kepada Drs. H. Arifin Ilyas pusaka “ Tombak Kyai Turunsih”. Pusaka ini mempunyai filosofi bahwa siapa yang memiliki pusaka tersebut harus mempunyai sifat laku dan perilaku ambeg paramarta yang dijiwai oleh rasa kasih sayang terhadap semua kawulo Kabupaten Sleman dan selalu hidup satu tujuan untuk kemakmuran rakyatnya.
Selain pusaka Tombak Kyai Turunsih, Drs. H. Arifin Ilyas juga mendapatkan berbagai piagam penghargaan antara lain di bidang kesehatan dan bidang pendidikan.
The Smiling Bupati
Kalau Presiden Suharto mendapat julukan “ The Smiling General ” (sang jenderal yang tersenyum) maka tidak ada salahnya kalau Drs. H. Arifin Ilyas juga mendapat julukan “ The Smiling Bupati ” (sang Bupati yang tersenyum). Hal ini sesuai dengan gambaran sosok Drs. H. Arifin Ilyas yang selalu ceria dan ramah, Ia juga terkenal sebagai pribadi yang “humoris” tetap serius tapi santai.
Pengalaman adalah guru terbaik Pengalaman adalah guru terbaik, kurang lebih seperti itulah motto Drs. H. Arifin Ilyas, menurutnya pengalaman adalah ilmu yang berharga, ilmu yang paling tinggi, kita harus mencari dan belajar banyak dari pengalaman hidup yang kita lalui. Selain harus selalu belajar dari pengalaman beliau juga mempunyai suatu falsafah dalam kehidupan sehari-hari yang tidak boleh dilupakan yaitu “ Selalu berdoa sebelum melaksanakan kegiatan”.
Setelah selesai menjabat sebagai Bupati di Sleman pada tahun 2000, maka selesai jugalah karir kepegawaian Drs. H. Arifin Ilyas karena Ia pensiun pada saat itu juga. Sesuai dengan pesannya bahwa pengalaman adalah guru terbaik, maka semoga kepemimpinan dan prestasi-prestasi yang telah dicapai Drs. H. Arifin Ilyas dalam masa kepemimpinannya bisa dijadikan guru atau ilmu bagi pemimpin-pemimpin di Kabupaten Sleman di masa yang akan datang untuk membangun Sleman yang lebih baik.
Pada masa kepemimpinan Bupati Drs. H. Arifin Ilyas terjadi perubahan kelembagaan dengan dicanangkannya otonomi daerah. Dengan ditetapkannya Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai daerah percontohan otonomi daerah bersama 25 Kabupaten (seluruh Indonesia ada 26 Kabupaten percontohan otonomi termasuk Kabupaten Sleman) yang tertuang dalam SK Menteri Dalam Negeri Nomor 105 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan Proyek Percontohan Otonomi Daerah pada Daerah Tingkat II dan berdasarkan penyerahan sebagian urusan dari Pemerintah Pusat ke Daerah Tingkat II di berbagai bidang, maka Pemerintah Daerah Tingkat II Sleman menyusun Peraturan Daerah tentang Pembentukan dan Organisasi Dinas Daerah sebanyak 23 Peraturan Daerah, sehingga jumlah Dinas Daerah pada waktu percontohan otonomi daerah berubah dari 5 Dinas sebelum percontohan otonomi daerah menjadi 22 Dinas semasa percontohan otonomi daerah.
Sumber diambil dari :
- Buku Documentasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman Tahun 1966-1967
- Buku Kabupaten Sleman “Dalam Perjalanan Sejarah” Diterbitkan oleh Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Sleman Tahun 2002