Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca

Narasumber dan moderator dalam talkshow Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2018

Kabupaten Sleman terpilih sebagai tempat penyelenggaraan Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Acara diselenggarakan pada Kamis, 22 Maret 2018 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Tema dari acara ini yakni Implementasi Revolusi Mental Melalui Mobilisasi Pengetahuan dalam Rangka Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat. Acara dibuka dengan tari Sekar Pudjiastuti yang dibawakan oleh siswa-siswi SMP Negeri 4 Pakem dan menyanyikan Indonesia Raya yang dipandu oleh paduan suara SMA Negeri 1 Depok.

Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.S.I., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan kegemaran membaca. Teknologi menggantikan budaya membaca semisal gadget dan smartphone yang banyak menyediakan permainan individualis. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan bagi kita, apalagi di Kabupaten Sleman merupakan daerah dengan perguruan tinggi terbanyak di Indonesia. Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk mendorong pembiasaan membaca dari lingkungan terkecil, dimulai dari lingkungan keluarga. Beliau berharap dengan kegiatan ini menginspirasi masyarakat untuk gemar membaca sekaligus mensosialisasikan keberadaan perpustakaan di sekitarnya.
“Ke depan pengelolaan perpustakaan di Kabupaten Sleman bisa lebih ditingkatkan dan saya percaya di Kabupaten Sleman terus berbenah”, harapnya.

Turut hadir dan memberikan sambutannya, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI Drs. Supriyanto, M.Si. Ada 3 hal utama yang disorot yakni revolusi mental, mobilisasi pengetahuan, dan literasi masyarakat. Revolusi mental tidak akan tercapai jika tidak didukung pengetahuan atau keterbatasan pengetahuan. Mobilisasi pengetahuan telah diejawantahkan dalam UU No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 4 yakni Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut dapat diartikan pustakawan perlu meningkatkan pelayanan kepada pemustaka. “Ada buku harus dicarikan pembaca, ada pembaca dicarikan buku. Setiap buku harus digunakan. Setiap buku harus ada pembaca. Dan setiap pengunjung pembaca harus mendapatkan bukunya”, jelasnya. Saat ini banyak buku selain buku tercetak, namun buku terekam maupun buku digital, buku elektronik juga mudah didapatkan. Hal tersebut perlu diimbangi dengan budaya literasi digital.

Dalam acara tersebut juga diserahkan motor pustaka keliling dari Perpusnas RI kepada Desa Sumberharjo Kecamatan Prambanan. Juga beberapa bantuan dari Komisi X DPR RI secara simbolis yang turut disaksikan oleh Kepala BPAD DIY dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Beberapa buku karangan pelajar di Kabupaten Sleman yang dibina oleh Dinas Perpustakan dan Kearsipan Kabupaten Sleman juga diserahsimpankan kepada Perpusnas RI yang diwakili oleh Drs. Supriyanto, M.Si. sebagai Karya Cetak Karya Rekam. Perpusnas RI menghimbau bagi siapa saja yang mempublikasikan karya cetak dan atau karya rekam wajib menyerahkannya sebagai arsip negara di Perpusnas RI sesuai dengan UU No. 4 Tahun 1990 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam.

Acara kemudian dilanjutkan talkshow dengan beberapa narasumber diantaranya Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI Drs. Supriyanto, M.Si., Kepala BPAD DIY Dra. Monika Nur Lastiyani, MM., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Ir. A.A. Ayu Lasmidewi Triastika Putri, MM., Anggota Komisi X DPR RI Esti Wijayanti, dan pendidik dari SMA Kolese De Britto St. Kartono, yang dipandu oleh Ferry Anggara dari TVRI Jogja.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Be the first to comment

Tinggalkan pesan