Pengolahan Arsip Dinamis Inaktif

Arsip dinamis terdiri dari tiga macam, yaitu arsip aktif, inaktif, dan vital. Arsip tersebut perlu dipelihara sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemeliharaan Arsip Dinamis, Pasal 3 menerangkan bahwa pemeliharaan arsip dinamis bertujuan untuk menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh pencipta arsip; menjaga keautentikan, keutuhan, keamanan dan keselamatan arsip; dan menjamin ketersediaan informasi arsip.

Pengolahan arsip dinamis inaktif di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman merupakan agenda kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun. Salah satu arsip yang diolah pada tahun 2020 ini adalah arsip tentang perencanaan, keuangan, dan perizinan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman mulai tahun 1990 sampai dengan 2008 sejumlah 170 boks arsip.

Pengolahan arsip dinamis inaktif dilakukan berdasarkan prinsip asal-usul (principle of provenance) dan prinsip aturan asli (principle of original order). Penataan dan penyimpanan arsip inaktif dilakukan untuk menjaga arsip dapat melekat pada konteks penciptaannya, tetap terkelola dalam satu pencipta arsip (provenance), tidak dicampur dengan arsip yang berasal dari pencipta arsip lain, dan ditata sesuai dengan aturan aslinya (original order) atau aturan ketika arsip masih digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pencipta arsip. (nik)

Be the first to comment

Tinggalkan pesan