Opini: ‘Masih Perlukah Keberadaan Buku Cetak Di Era Digital’

oleh: R. Nur Rochmad

Pada suatu pagi saat diriku sedang duduk di ruang kantor serta pandanganku jatuh pada beberapa buku bacaan yang ada di meja, tiba-tiba terlintas di benakku suatu pertanyaan yang cukup menggelitik yaitu suatu pertanyaan  “Masih perlukah keberadaan Buku Cetak di zaman now/era digital?

Berdasarkan pengamatan kami, pada saat ini ketika perkembangan teknologi dan informasi (system digital) berkembang dengan pesat, ternyata tidak selalu segalanya yang konvensional akan ketinggalan zaman. Masih ada beberapa hal atau cara lama yang tetap dibutuhkan dan dapat beradaptasi dengan bergesernya waktu dan perkembangan teknologi. Salah satunya adalah penggunaan buku cetak ditengah perkembangan e-book dan  media digital lainnya. Diakui atau tidak, materi/buku cetak masih menjadi salah satu hal yang tetap dianggap penting dan dibutuhkan oleh pelajar/mahasiswa/pemustaka/masyarakat  untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuannya. Bahkan cara yang oleh sebagian orang, khususnya  generasi milenial dianggap konvensional, namun pada realitanya masih banyak masyarakat yang membutuhkan  buku cetak.

Di banyak daerah atau negara yang belum memiliki sarana dan prasarana teknologi informasi yang cukup memadai, maka mutlak buku cetak sangatlah diperlukan untuk menunjang proses belajar maupun transfer ilmu pengetahuan.

Menurut Bapak Dionisius Wisnu (Humas Penerbit Gramedia Pustaka Utama), buku cetak tetap dibutuhkan oleh masyarakat, meskipun saat ini buku elekronik/digital terus menjamur. Hal tersebut dibuktikan selama 5 (lima) tahun terakhir produksi buku di Gramedia belum mengalami penurunan. Namun beliau tidak mengatakan bahwa ada kemungkinan suatu hari nanti buku digital eksistensinya melebihi buku cetak.  

Alasan kenapa Buku Cetak masih diperlukan, antara lain sebagai berikut:

  1. Tidak semua orang dapat menggunakan teknologi digital/computer.
  2. Buku cetak relatif mudah perawatannya.
  3. Masih banyak orang atau masyarakat yang merasa lebih nyaman membaca buku cetak daripada e book/buku digital.
  4. Banyak negara atau wilayah yang belum memiliki sarana dan prasarana teknologi informasi yang memadai.
  5. Buku cetak bisa disentuh, bisa dirasakan dan efek mengganggu/merusak mata relatif lebih kecil.
  6. Membaca buku cetak relatif lebih mudah diingat dibandingkan membaca buku digital.

Dari uraian tersebut diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Hingga saat ini sebagian besar masyarakat masih membutuhkan keberadaan buku cetak.
  • Pada masa yang akan datang meskipun buku digital/elektronik berkembang pesat, namum diperkirakan masyarakat masih tetap membutuhkan/memerlukan buku cetak.
  • Sampai dengan beberapa dekade yang akan datang keberadaan buku cetak masih tetap diperlukan.

Be the first to comment

Tinggalkan pesan