Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) Ke-11

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-11 telah diselenggarakan pada tanggal 6 sampai dengan 9 November 2018 bertempat di Hotel Fourpoints, Medan, Sumatera Utara. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Ir. A.A. Ayu Laksmidewi T.P, M.M. beserta Kepala Seksi Pengembangan Sistem dan Pelayanan Perpustakan, Yudhiati Dwi Hapsari, S.Sos., M.AP. ikut serta dalam KPDI tahun ini yang mengambil tema “Mobilisasi Pengetahuan melalui Perpustakaan Digital di Era Distruptif dalam Rangka Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat” dan dihadiri 397 peserta dari seluruh perpustakaan di Indonesia.

Dalam sambutan pembukaan KPDI, Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando menyampaikan bahwa tidak benar adanya budaya baca di Indonesia rendah tetapi yang benar adalah ketersediaan bahan bacaan yang masih rendah. Beliau juga mengitup pernyataan Wakil Presiden RI, Bapak Jusuf Kalla bahwa di era Revolusi Industri 4.0 ada 3 hal penting yang akan membuat kita tetap eksis/tidak akan hilang, yaitu: human skill, banyak membaca dan bangunlah jejaring. Menurut Kepala Perpusnas RI, dalam era Revolusi Industri 4.0 keberadaan perpustakaan jangan Cuma ditanya seberapa banyak jumlah penunjung atau anggota perpustakaan yang datang tetapi lebih pada berapa besar akses pengetahuan yang diberikan perpustakaan kepada masyarakat. Selain itu dengan lahirnya perpustakaan digital bisa memberikan arti bahwa 1 (satu) buku digital akan mampu menembus milyaran kepala dengan berjuta pengetahuan yang bermanfaat.

Beberapa materi seminar yang disampaikan oleh pembicara cukup menarik, diantaranya mengenai Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Era Digital terhadap Kesejahteraan oleh Adin Bondar (Kepala Bagian Perencanaan Perpusnas RI). Beliau menyatakan bahwa saat ini perpustakaan mulai bertransformasi melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang berbasis inklusi. Hal ini didukung dengan adanya literasi masyarakat dalam rancangan prioritas nasional tahun 2019. Oleh karena itu, Perpusnas RI telah menyiapkan program revitalisasi yang berupa program-program berbasis inklusi yang akan diberikan kepada perpustakaan-perpustakaan di daerah di tahun 2019.

Pada sesi akhir Forum Perpustakaan Digital juga dilakukan voting terhadap 2 (dua) kandidat daerah yang akan menyelenggarakan KPDI ke-12 Tahun 2019, yaitu Bali dan Aceh. Aceh memeperoleh suara lebih banyak dalam voting sehingga diputuskan bahwa KPDI ke-12 Tahun 2019 akan diselenggarakan di Banda Aceh dengan tema “Mewujudkan Ekosistem Perpustakaan Digital 4.0 dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa”.

Be the first to comment

Tinggalkan pesan