Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sosialisasikan Gerakan Literasi Sekolah

Peserta Sosialisasi Perpustakaan bagi Kepala Sekolah di Kabupaten Sleman didampingi Sekretaris dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman mengawali kegiatan dengan pose Salam Literasi

Perpustakaan diartikan sebagai institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional sesuai sistem baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Sesuai dengan pengertian tersebut maka perpustakaan harus dapat dikelola dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Standar pengelolaan tersebut telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan atas Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal ini dibidangi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Perpustakaan bagi Kepala Sekolah di Kabupaten Sleman dengan tema “Gerakan Literasi Sekolah” yang bertempat di Ruang Meeting Utama RM Pringsewu Jalan Magelang Sleman pada Selasa (14/3) dengan narasumber  Ir. A.A. Ayu Laksmidewi Tri Astika Putri, M.M. selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Dra. Sri Wantini, M.Pd. selaku Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Drs. Jumadi, M.Pd. selaku Kepala SDN Percobaan 2.

Peserta Sosialisasi Perpustakaan bagi Kepala Sekolah di Kabupaten Sleman didampingi Sekretaris dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman mengawali kegiatan dengan pose Salam Literasi

Dalam sambutannya Kepala Dinas Perpustakaaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ir. A.A. Ayu Laksmidewi Tri Astika Putri, M.M. menyampaikan bahwa budaya membaca menjadi sangat biasa jika sejak masa anak-anak sudah diakrabkan dengan buku-buku bacaan. Hal ini dikaitkan dengan budaya gemar membaca yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat saat ini. Sekolah memiliki peran penting menumbuhkan minat baca siswa-siswinya dan untuk mendekatkan mereka pada perpustakaan. Pemerintah Kabupaten Sleman mendukung penuh dalam upaya memajukan perpustakaan sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Sleman. Pemaparan selanjutnya terkait penganggaran perpustakaan sekolah disampaikan oleh Dra. Sri Wantini, M.Pd. Dalam paparannya beliau memberikan gambaran Dana BOS yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan perpustakaan sekolah.

Sri Wantini menyampaikan Dana BOS untuk perpustakaan

Pengalaman mengelola perpustakaan sekolah yang tidak hanya mampu menjadi magnet bagi siswa-siswinya untuk memperoleh sumber pengetahuan namun juga telah menorehkan prestasi sebagai juara Perpustakaan Sekolah disampaikan oleh Drs. Jumadi, M.Pd. Kepala SDN Percobaan 2 ini mampu membawa nama harum perpustakaan sekolahnya dengan inovasi pengelolaannya terutama pengelolaan SDM dan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka.

Jumadi memaparkan strategi alokasi anggaran pengelolaan perpustakaan sekolah

Di sesi tanya jawab peserta mengajukan beberapa pertanyaan yang ditujukan untuk masing-masing narasumber. Peserta dari SMPN 1 Berbah Ibu Siti Halimah mengajukan tentang program peminjaman buku silang layan. Pertanyaan yang berbeda diajukan Bapak Harjono dari UPT Depok mengharapkan gerakan literasi memperoleh dukungan dari Pemkab Sleman. Ibu Muji Rahayu dari SMPN 1 Kalasan menyampaikan bahwa untuk gerakan literasi yang dilakukan di institusinya telah diwujudkan dalam rangkuman dari setiap yang disampaikan dalam setiap pelajaran di hari Senin yang ditulis oleh siswa-siswinya yang kemudian dijilid untuk direview di kemudian hari. Beliau berharap pelatihan pustakawan ada anggaran khusus agar kualitas SDM sesuai dengan standar.

Harjono menyampaikan bahwa gerakan literasi perlu dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sleman

Sebagai penutup kegiatan yang dimoderatori Retno Susiati, S.H., M.M., Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, memberikan kesimpulan dari hasil diskusi tadi. Panitia yang diwakili pembawa acara, Ratih Wulandari, menyampaikan banyak terimakasih dan memohon maaf atas kekurangan penyelenggaraan kegiatan.  

Be the first to comment

Tinggalkan pesan