Belajar Sejarah Melalui Wisata Pustaka

‘Jasmerah’ Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Kiranya Slogan itu dapat mengingatkan kita bahwa sejarah hakikatnya melekat pada diri manusia. Sejarah merupakan pembelajaran yang dikenang untuk kehidupan manusia yang  lebih baik lagi. Berbicara tentang sejarah perpustakaan juga memiliki keterikatan dimana perpustakaan dapat berfungsi sebagai institusional repository atau institusi yang digunakan untuk menyimpan bukti-bukti sejarah baik bentu buku, foto, arsip, dan lain-lain.

Dalam rangka melaksanakan progam pengembangan minat baca sekaligus mengintegrasikan dan menunjang pembelajaraan maka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan wisata pustaka dengan mengunjungi tempat bersejarah. Hal ini sebagai bentuk aktualisasi sekaligus apresiasai bagi sekolah yang telah berprestasi dibidang literasi. Dengan mengunjungi langsung tempat bersejarah siswa akan lebih memahami sejarah tersebut, tentunya dengan sebelumnya diberikan penjelasan mengenai tempat bersejarah yang akan dikunjungi dari literatur yang ada di perpustakaan.

Wisata pustaka di  Monumen Jogja kembali diikuti oleh 3 Sekolah yaitu SD N Gambiranom yang pelaksanannya tanggal 22 Oktobr 2019, SD N Sidoarum Godean pada tanggal 23 Oktober 2019, dan SD Teladan tanggal 29 Oktober 2019. Sekolah yang mengikuti kegiatan wisata pustaka merupakan sekolah yang mendapatkan juara saat mengikuti lomba minat baca  yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sleman pada bulan Agustus 2019. Rute perjalanan wisata pustaka dimulai dari penjemputan oleh tim Wisata Pustaka menggunakan 2 armada bus ke sekolah yang dituju, kemudian diajak ke Perpustakaan Sleman untuk kemudian dilanjutkan berkunjung ke Monumen Jogja Kembali.

Sesampainya di Monumen Jogja Kembali Siswa yang di dampingi  oleh 2 pustakawan dari DPK Sleman diterima oleh pemandu dari Monumen Jogja Kembali untuk selanjutnya dijelaskan mengenai sejarah dibangunnya Monumen Jogja Kembali serta apa saja isi dari Monumen Jogja Kembali. Monumen Jogja Kembali merupakan monumen yang dibangun untuk memperingati ditariknya tentara pendudukan Belanda dari ibu kota RI di Yogyakarta pada waktu itu, tanggal 29 Juni 1949. Hal ini merupakan tanda awal bebasnya bangsa Indonesia dari kekuasaan pemerintahan Belanda. Seperti kita ketahui Yogyakarta pada tahun 1946 – 1949 pernah menjadi ibu kota negara Republik Indonesia. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia,  Belanda masih saja ingin menyerang dan tidak mengakui Kemerdekaan Indonesia, untuk itu rakyat Yogyakarta terus menggelorakan perang agar dunia mengetahui bahwa Indonesia ingin benar-benar merdeka.

Monumen Jogja Kembali terdiri dari 3 lantai, lantai pertama terdiri dari 4 ruangan museum yang berisi benda-benda koleksi: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Lantai 2 berisi diorama dan relief yang menggambarkan perjuangan rakyat Yogyakarta. Dan untuk lantai 3 yang berbentuk kerucut digunakan untuk mendoakan arwah para pejuang.

Yogyakarta memang istimewa se-istimewa namanya, sejarahnya perlu diketahui oleh masyarakat Yogyakarta terlebih siswa sekolah dasar agar mereka dapat mengetahui bahwa kesitimewaan Yogyakarta diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan yang besar. Berkat Yogyakarta pernah menjadi Ibu Kota Negara kini, masyarakat Yogyakarta dapat menikmati fasilitas yang lebih maju dibanding daerah lainnya. Seperti Yogyakarta memiliki Gedung Agung yang dulunya sebagai Istana Kepresidenan. Di Monumen Jogja Kembali inilah sepenggal cerita bersejarah ini diabadikan, kisah perjuangan rakyat Yogyakarta beserta pahlawan Nasional seperti Jendral Soedirman, serta beberapa perlengkapan perang yang menjadi saksi gigihnya perjuangan rakyat Yogyakarta dalam menjadi bagian perjuangan Bangsa Indonesia.

Melalui Wisata Pustaka ke tempat bersejarah ini diharapkan siswa sekolah di Yogyakarta, khususnya Sleman dapat mengetahui perjuangan para pahlawan sehingga dapat meneruskan perjuangan dan cita-cita para pahlawan dengan terus semangat belajar serta membaca. Karena dengan membaca kita bisa mempelajari masa lalu dan mempersiapkan masa depan. Salam Literasi Ayo Membaca Ayo Berkarya!

Be the first to comment

Tinggalkan pesan