“Ayo Mencintai Cerita Wayang”

oleh: Ratih Wulandari

UNESCO menetapkan wayang sebagai world heritage. Sebagai budaya seni tradisi, Wayang mampu menjadi sumber inspirasi dari nilai-nilai budaya, ide atau gagasan, ekspresi dan perilaku. Tidak hanya itu, pengenalan wayang sejak dini pada anak-anak juga mampu menjadi sumber informasi identitas bangsa yang memiliki kandungan makna dan nilai-nilai edukasi membentuk kepribadian dan jati diri anak. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai budaya daerah perlu kita lestarikan, kembangkan dan sosialisasikan kepada anak-anak agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Beberapa anggapan mulai ditinggalkannya wayang terutama oleh generasi muda antara lain disebabkan oleh bahasa yang digunakan dalam wayang dianggap terlalu rumit sehingga sulit untuk dipelajari dan dipahami. Cerita atau lakon dan pesan sosial yang disampaikan cenderung berat. Disamping itu pertunjukan wayang konvensional mempunyai durasi waktu yang terlalu lama.

Untuk itu, dalam kerangka meningkatkan literasi budaya dan lebih memasyarakatkan wayang terutama pada kalangan anak dan remaja, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Lomba Bercerita Wayang yang dibawakan dengan bahasa Indonesia.

Wayang sebagai warisan budaya nasional patut dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Penggunaan cerita Wayang dapat dijadikan sebagai media pendidikan karakter maupun komponen pendukung pembentukan karakter anak bangsa sekaligus mempertahankan eksistensinya sebagai budaya bangsa. Budaya wayang yang terus berkembang dari zaman ke zaman juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, pemahaman filsafat, serta hiburan.

Menceritakan kisah pewayangan yang mengandung nilai kebaikan serta mengajarkan karakter tokoh wayang tersebut untuk diteladani dan dapat dijadikan sebagai sumber motivasi oleh siswa. Dimana motivasi tersebut merupakan suatu kondisi yang dapat menimbulkan perilaku serta memberi arah pada tingkah laku anak.  Siswa yang memiliki motivasi akan memiliki kualitas keterlibatan belajar yang tinggi, perasaan dan keterlibatan afektif siswa tinggi dan selalu berupaya memelihara atau menjaga agar selalu memiliki motivasi belajar yang tinggi pula.

Mengapa Cerita Wayang

Seperti disampaikan sebelumnya bahwa dalam rangka meningkatkan literasi budaya dan pelestarian Cerita Wayang sebagai warisan budaya bangsa yang dapat dijadikan sebagai media pendidikan karakter maupun komponen pendukung pembentukan karakter anak bangsa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman setiap tahun menyelenggarakan Lomba Cerita Wayang bagi siswa SD/MI se-Kabupaten Sleman dengan maksud untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal sekaligus menanamkan pendidikan karakter kepada siswa sejak usia dini. Menceritakan kisah pewayangan yang mengandung nilai kebaikan serta mengajarkan karakter tokoh wayang tersebut untuk diteladani dan dapat dijadikan sebagai sumber motivasi oleh siswa sehingga siswa selalu berupaya memelihara atau menjaga agar selalu memiliki motivasi belajar yang tinggi pula.

“Melalui Cerita Wayang memperkenalkan karakter, perilaku, tindakan, sikap sekaligus menjelaskan pesan moral keteladanan dari tokoh wayang yang diceritakan”

Be the first to comment

Tinggalkan pesan