An Eternal Vow, Kebisuan di antara dua orang yang saling menyayangi

An Eternal Vow

Kebisuan di antara dua orang yang saling menyayangi

Penulis Iyesari
Cetakan pertama.
Diterbitkan : Yogyakarta, Diva Press, 2016
276 halaman; 21 cm.
ISBN 978-602-391-291-9

Novel ini menceritakan tentang seorang ayah single parent yang sangat mencintai dan menyayangi anak perempuannya. Dia mendidik anaknya mengingat kondisi otak kanan anak lebih dominan, membutuhkan kesabaran dan perlu mengikuti keinginan anak tersebut dengan dasar yang baik. Anak tersebut lemah pada bidang Matematika, namun cepat menangkap pembicaraan. Ia lebih mudah menerima jika diceritakan terlebih dahulu.
Secara kebetulan sang Ayah menemukan pengganti ibunya hasil dari perjodohan orang tua mereka, namun keduanya sudah pernah mengenal sebelum mengetahui perjodohan tersebut. Sang anak yang sulit merasa cocok dengan siapapun, namun dengan sosok calon istri ayahnya dan sudah merasa cocok sebelumnya. Wanita ini dapat meluluhkan hati seorang anak special ini dan dapat mendidik dengan perlakuan yang berbeda sesuai dengan kondisi khusus dan perkembangan anak tersebut.
Penokohan dalam novel ini diperankan secara luwes oleh semua tokoh dan tidak berlebihan. Keseluruhan tokoh berperan seperti nyata adanya. Setting atau kondisi dan lokasi dalam cerita ini semua sangat mendukung peran tiap tokoh, sebagai contoh di rumah Edgar, rumah Almahira, sekolah, dan kantor Edgar.
Alur cerita dalam novel ini runtut dan detil. Novel ini dapat mengisahkan cerita dari awal hingga endingnya dengan lengkap, sehingga membawa pembaca merasa puas pada tiap adegannya. Cerita ini tidak bertele-tele dan selalu memberikan solusi yang cepat pada setiap problematikanya. Problematika yang selalu terkupas secara tuntas dan gamblang pada alur ceritanya. Cerita ini sangat bagus karena dapat membawa pembaca tenggelam dalam alur cerita tersebut. Pembaca merasa ikut mengalami, merasakan, dan ingin sekali mengalami kebahagiaan yang dialami oleh pemeran utama.
Keterangan di atas menjadikan kelebihan dari kesusastraan ini. Novel ini selain memiliki kelebihan juga memiliki kekurangan. Kekurangan novel ini yaitu mementingkan kebaikan alur cerita, sedangkan untuk pesan moral yang diberikan kurang begitu bermakna. Penggambaran pesan moral pada cerita ini kurang mengena dan kurang bisa diambil hikmah atau pelajarannya.
Pesan moral yang bisa diambil dari novel ini yaitu kehidupan yang tidak bisa diprediksi meskipun terkadang mirip dan berpikir akan terjadi hal sama nantinya, karena semua tetap Tuhan yang menentukan. Penilaian terhadap seseorang tidak bisa dilihat dari luarnya saja. Hati-hati dengan teman dekat, karena semakin dekat bisa menjadi musuh nyata yang tidak terlihat (mencelakai dalam ketidaksadaran). Sebagi ibu sambung (ibu tiri) sebisa mungkin bisa menyayangi anak tirinya sebagaimana ia menyayangi suaminya.

By rika

Be the first to comment

Tinggalkan pesan